allah telah menciptakan berpasang-pasangan, dan allah menegaskan bahwa allah akan memberikan pasangan antara orang beriman juga, namun apabila yang beriman dijodohkan dengan orang yang tidak beriman, apakah itu di sebut jodoh????

Hawa adalah wanita yang diciptakan dari tulang rusuk Adam, maka sudah jelas sekali hawa akan kembali lagi kepada adam, namun apabila laki-laki tidak menikah sampai akhir hayatnya apakahi dia tidak diberi jodoh oleh allah?apakah tulang rusuknya tidak dibawa sehingga dia tidak mendapatkan pasangannya di dunia?

apabila wanita juga tidak menikah sampai akhir hayatnya apakah dia tidak di beri pasangan (jodoh) di dunia oleh allah?apakah wanita ini tidak diciptakan dari tulang rusuk laki-laki  sehingga dia tidak mempunyai pasangan.

mohon di jawab!!!

Malam Hening

Posted: Januari 25, 2012 in Uncategorized

Ketika malam datang, ditemani dingin serta angin yang begitu kencang datang mengguncang pondasi dudukku yang telah kumantapkan pada posisi yang begitu memberiku kenyaman, aku merasakan dalam perasaan yang paling dalam guncangan yang begitu hebat kepada batinku yang sedang ku obati. kegelisahan datang seperti petir yang menyambar pohon ditengah hutan yang sedang sunyi. Tiba-tiba datang sesosok makhluk datang dalam bayangan pikiran ku, tidak lain dialah yang memberikanku kenyamanan selama ini , sesosok wanita yang berambut panjang ikal, tubuh seperti gitar yang elok, berkulit putih langsat, wajah yang berbentuk oval, mata yang begitu indah bagai bulan purnama. dia datang!!!

Tidak lama kemudian dia menghampiriku dan berbisik ditelingaku “kau memang pantas untukku” aku terkejut sertak mendengar perkataan itu, lalu kutanyakan mengapa aku pantas untukmu? malampun ikut penasaran atas apa yang kutanyaan kepadanya. Ternyata hanya hening yang kudapatkan malam ini, dia hanya bisa mengumbar senyum indah kepadaku sehingga akupun hanya terdiam tesipu malu atas pertanyaanku, aku pun menundukkan kepada, setelah itu tidak lama kemudian dia menghilang. Entah apa yang terjadi, kenapa dia datang seperti angin?dan pergi seperti air yang mengalir disungai yang jernih. semoga pertanda ini menjadikanku orang yang mampu menyayanginya.

Model-model Komunikasi

Posted: September 27, 2011 in Uncategorized

Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Model merupakan sebagai alat untuk menjelaskan fenomena komunikasi, model mempermudah penjelasan tesebutmodel juga sekaligus mereduksi fenomena komunikasi; artinya ada nuansa komunikasi lainnya yang mungkin terabaikan dan tidak terjelaskan pleh model tersebut. Akibatnya apabila kurang hati-hati menggunakan model, model dapat menyesatkan kita. Inilah sisi negatif dari model.

Menurut sereno dan mortensen, model komunikasi merupakan deskripsi idela mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Model komunikasi merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri terpenting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan, model adalah analogi   yang mengabstrakasikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting bagian dari fenomena yang dijadikan model. Model adalah gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori. Dengan kata lain, model adalah teori yang lebih disederhanakan. Atau seperti dikatakan, Werner J. Severin  dan James W. Tankard, Jr., model membantu merumuskan teori dan menyarankan hubungan. Oleh karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukkan dengan teori. Oleh karena kita memilih unsur-unsur tertentu yang kita masukkan dalam model, suatu model mengimplikasikan penilaian atas relevansi, dan ini pada gilirannya mengimplikasikan teori mangenai fenomena yang diteorikan. Model mengimplikasikan teori mengenai fenomena yang diteorikan. Model dapat berfungsi sebagai basis bagi teori yang lebih kompleks, alat suatu menjelaskan teori dan menyarankan cara-cara untuk memperbaiki konsep-konsep.

 

Fungsi dan manfaat model

Fungsi suatu model dapat memberikan teoretikus suatu struktur untuk menguji temuan mereka dalam “dunia nyata.” Gordon Wiseman dan Larry barker mengemukakan bahwa model komunikasi mempunyai tiga fungsi : pertama, melukiskan proses komunikasi; kedua, menunjukkan hubungan visual; dan ketig,  membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi. Deutsch menyebutkan bahwa model mempunyai emat fungsi: mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan ) yang tadinya tidak teramati; heuristik (menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui); prediktif, memungkinkan peramalan dari sekadar tipe ya atay tidak hingga yang kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan berapa banyak; pengukuran mengukur fenomena yang diprediksi.

Deutsch juga menambahkan kriteria berikut untuk menilai model :

  1. Seberapa orisinal model tersebut? Seberapa banyak pAndangan baru yang ditawarkannya?
  2. Bagaimana kesederhanaan dan kehematan (parsimoni) model trsebut? (ini menyangkut efisiensi model atau pencapainnya akan tujuan yang dimaksudkan. Suatu contoh terbaik adalah terori Einsten bahwa energi dan materi dapat dipertukarkan, yang dinyatakan sebagai E = mc2).
  3. Seberapa nyata model tersebut? Seberapa jauh kita bergantung padanya sebagai represntasi realitas fisik?

 

Tipologi model

Gehard J. Hanneman dan Willian J. McEwen, 11 , menggambarkan taksonomi model yang mudah dipahami, dalam suatu grafik yang melukiskan derajat abstraksi model tersebut menurun. Model yang mungkin lebih penting adalah model simbolik yang terdiri dari model matematik (misalnya E=mc2) dan model verbal; lalu model fisik yang terdiri dari model ikonik dan model analog.

FIGUR 4.2 Bentuk-bentuk model Gerhard J. Hanneman dan William J. McEwen

Model verbal adalah model atau teori yang dinyatakan dengan kata-kata, msekipun bentuknya sederhana. Model verbal sering dibantu dengan grafik, diagram atau gamabar. Raymond S. Ross menyebut model demikian sebagai model verbal-piktorial. 13 model grafik atau model diagramatik secara sekematis menampilakn apa yang dapat disajikan dengan sekadar kata-kata.

Model fisik secara garis besar terbagi dua, yakni model ikonik yang penampilan umumnya (ruap, bentuk, tanda-tanda) menyerupai objek yang dimodelkan, seperti model pesawat terbang, bonekam mannequin,  market sebuah gedung atau sebuah kompleks perumahaan, dan sebagainya dan model analog yang mempunyai bentuk disiknya tidak serupa, sperti komputer yang fungsinya menyerupai fungsi otak manusia.

Model pesawat terbang jauh lebih mudah dipelajari daripada pesawat terbang yang sebenarnya karena berbagai alasan. Model menyenangkan ditangani dan dimanipulasi. Model juga lebih seberhana daripada pesawat terbang yang sebenarnya, dan prinsip-prinsip bekerjanya mungkin juga lebih jelas. Namun tentu saja ada bahaya oversimplifikasi. Sebagian ciri pesawat terbang yang sebenarnya mungkin terabaikan bila kita terlalu memperhatikan modelnya inilah resiko mempelajari fenomena lewat model.

Menurut Bross, model menyajikan suatu proses abstraksi. Pesawat terbang yang sebenarnya mempunyai banyak atribut seperti benruk, berat, warna cara kerja, dan sebagainya. Hanya sebagian saja dari sekian banyak atribut yang ditiru dalam model tersebut.

Dalam dunia ilmu, model fisik kadang-kadang digunakan untuk tujuan pengajaran. Model bumi (globe), model ilmu kedokteran, model tata surya dll, semuanya mempunyai peranan penting untuk menjelaskan kegunaan ilmu tersebut.

Bross berpendapat, ada pelajaran moral dan intelektual dari peristiwa tersebut. Para ilmuan kadang-kadang terlalu terikat dengan suatu model, meskipun model itu tidak memungkinkan prediksi yang memadai. Sekali lagi, inilah salah satu kerugian atau bahaya pembuatan model.

Pengembangan model simbolik, khususnya model matematik. Penting dalam profesi ilmuawan. Kemajuan ilmu pengetahuan antara lain ditAndai dengan pemunculan model baru yang berguna. Dalam fisika, model Issac Newton dan model Albert Einstein (teori reletivitas), dan model kuantum, adalah banyak contohnya. Pembuatan model adalah upaya penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan kuantitas model yang dihasilkan menAndai kematangan ilmiah disiplin tersebut. Dibutuhkan imajinasi dan pAndangan hal itu tidak otomatis memadai. Model-model itu harus lulus pengujia yang dilakukan siapaun sepanjang waktu. Bross 15 menggambarkan interaksi model dan data tersebut sebagai berikut:

FIGUR 4.3 Interaksi antara model dan data

Berdasarkan model-model komunikasi Lasswel, Shannon dan Weaver, serta Schararam, yang lenier namun terkenal itu misalnya, muncul model-model lain yang sirkuler, yang merupakan perbaikan atau penyempurnaan dari model-model tadi. Dilihat dari jumlah unsur-unsur yang di identifikasi dalam fenomena komunikasi, model-model lam tidak disebutkan, misalnya lingkungan fisk, seperti dal model gudykunst dan Kim.16  dan konteks waktu dalam model Tubbs.17

 

MODEL-MODEL KOMUNIKASI : SUATU PERKENALAN

Model S – R

Model stimulus – respons (S – R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khusunya yang beraliran behavior. Model tersebut menggambarkan hubungan stimulus – respons.

Stimulus<—————————->Respons

FIGUR 4.4 Model S – R

Model ini menunjukkan komunikasi sebagai proses aksi reaksi yang sangat sederhana.

 

Model Aristoteles

Model Aristoteles adalah model komunikasi yang paling klasik yang sering juga disebut model retoris (rhetorical model). 20  Filosof Yunani Aristoteles adalah tokoh paling idni yang mengkaji komunikasi, yang intinya adalah persuasi. Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi verbal pertama. Komunikasi terjadi kketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Tepatnya ia mengemukakan tiga unsur dasar proses komunikasi yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener).

Setting

Pembicara——–>Pesan—–>Pendengar

                                                               Setting

FIGUR 4.7 Model Aristoteles

Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa Anda (etos-kepercayaan Anda), argumen Anda (Logos-logika dalam pendapat Anda), dan dengan memainkan emosi khalayak (pathos– emosi banyak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam, menentukan efek persuasif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya, dan cara penyampainnya. Aristoteles juga menyadari peran khalayak pendengar. Persuasif berlangsung melalui khalayak ketika mereka diarahkan oleh pidato itu ke dalam suatu keadaan emosi tertentu.

Model Lasswell

Who

Syas What

In Which Channel

Wo Whoam

With What Effect

Model ini di kemukakan oleh Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat. Lasswel mengemukakan tiga fungsi komunikasi, yaitu: pertama, pengawasan lingkungan- yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan; kedua korelasi berbagai bagian  terpisah dalam masyarkat yang merspons lingkungan; dan ketiga transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.

Lasswel juga mengakui bahwa tidak semua komunikasi bersifar dua arah, dengan suatu aliran yang lancar dan umpan balik yang terjadi antara pengirim dan penerima pesan. Dalam masyarakat yang kompleks, banyak informasi yang disaring oleh pengendali pesan-editor, penyensor atau propagandis, yang menerima informasi dan menyampaikannya kepada publik dengan beberapa perubahan atau penyimpangan.

Model Lasswel sering diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan. Unsur sumber (who) merangsangkan pertanyaan mengenai pengendalian pesan (misalnya oleh “penjaga gerbang”), sedangkan unsur pesan (says what) merupakan bahan untuk analisis isi. Saluran komunikasi (in which channel) dikaji dalam analisis media. Unsur penerima (to whom) dikaitkan dengan analisis khalayak, sementara unsur pengaruh (whit what effect) jelas berhubungan demgam studi mengenai akibat yang ditimbulkan pesan komunikasi massa pada khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa.

Model Lasswel dikritik karena model itu tampaknya mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model itu juga dianggap terlalu menyederhanakan masalh. Tetapi, seperti setiap model yang baik, model Lasswel memfoukskan perhatian pada aspek-aspek penting komunikasi.22

Model Shannon dan Weaver

Shannon dan Weaver menawarkan model komunikasi berikut ini:

FIGUR 4.8 Model Shannon dan Weaver

Model Shannon dan Weaver ini menyoroti problem menyampaikan pesan berdasarkan tingkat kecermatan. Model itu melukiskan suatu sumber yang menyandi atau menciptakan pesan dan menyampaikan melalu suatu saluran kepada seorang penerima yang menyandi balik atau mencipta ulang pesan tersebut. Dengan kata lain, model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan.

Suatu konsep penting dalam model Shannon dan Weaver in adalah gangguan (noise), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat menggangu kecermatan pesan disampaikan.

Konsep-konsep lain yang merupakan andil Shannon dan Weaver adalah entropi (entropy) dan redundasi (redundancy) serta keseimbangan yang diperlukan di antara kedunay umtuk menghasilkan komunikasi yang efisien dan pada saat yang sama mengatasi gangguan dalam saluran. Secara ringkas semakin banyak gangguan maka semakin besar pula kebutuhan redudansi, yang mengurangi entropi relatif pesan.

Meskipun model ini sangat terkenal dalam penelitian komunikasi selama bertahun-tahun, tulisan-tulisan Shannon dan Weaver sulit dipahami. Misalnya, formula Shannon untuk informasi (1948) adalah sebagai berikut:

 

Dalam upaya menguraikan informasi sebagai reduksi ketidakpasitian, Shannon menggunakan istilah entropi, dan dalam formula itu, H adalah simbol matematis bagi entropi, ∑ adalah simbol untuk “jumlah,” p1 adalah probabilitas suatu peristiwa yang terjadi, dan log p1  adalah informasi i yang diperlukan untuk meramalkan terjadinya peristiwa i.26

Model Scharamm

 

Wilbur Scharamm membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan odel komunikasi manusia yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman duda individu yang mencoba berkomunikasi, hinga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu. Menurut Wilbur Scharamm, 28 komunikasi senantiasa membutukan setidaknya tiga unsur sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination). Sumber boleh jadi individu (berbicara menulis, menggambar, memberi isyarat) atau suatu organisasi komunikasi (seperti sebuah kabar, penerbit, stasiun televisi, atau studio film).

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;}

FIGUR 4.9 Model Schramm

Schramm berpendapat, meskipun dalam komunikasi lewat radio ataupun telepon enkoder dapat berupa mikrofon dan dekoder adalah earphone, dalam komunikasi manusia, sumber dan enkoder adalah satu orang, sedangkan dekoder dan sasaran adalah seorang lainnya, dan sinyalnya adalah bahasa. Untuk menuntaskan suatu tindakan komunikasi (communication act) suatu pesan harus disandi balik.

Model Newcomb

 Theodore Newcomb (1953) memAndang komunikasi dari perspektif psikologi-sosial. Modelnya mengingatkan kita akan diagram jarinagn kelompok yang idbuat oleh para psikolog sosial dan merupakan formulasi awal mengenai konsistensi kognitif. Dalam model komunikasi tersebut-yang sering juga disebut model ABX atau model Simetri-Newcomb menggambarkan bahwa seseorang A, menyampaikan informasi kepad seorang lainnya, B mengenai sesuatu, X. Model tersebut mengasumsikan bahwa orientasi A (sikpa) terhadap B dan terhadap X saling bergantung, dan ketiganya merupakan suatu sistem yang terdiri dari empat orientasi.

  1.  Orientasi A terhadap X, yang meliputi sikap terhadap X sebagai objek yangharus didekati atai dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan tatanan kognitif
  2. Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama
  3. Orientasi B terhadap X
  4. Orientasi B terhadap A

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;}

FIGUR 4.10 Model ABX Newcomb

Simetri dimungkinkan karena sesorang (A) yang siap memperhitungkan prilaku seorang lainnya (B). Simetri juga mengesahkan orientasi seseorang terhadap X. Ini merupakan cara lain untuk mengatakan bahwa kita memperoleh dukungan sosial dan psikologis bagi orientasi yang kita lakukan. Jika B yangkita hargai menilai X dengan cara yang sama seperti kita lakukan. Jika B yang kita hargai menilai X dengan cara yang sama seperti kita, kita cenderung lebh meyakini orientasi kita. Maka kita maka kita pun berkomunikasi dengan orang-orang yang kita hargai mengenai objek, peristiwa, orang, dan gagasan (semuanya termasuk X) yang penting bagi kita untuk mencapai kesepakatan atau koorientasi atau, menggukana istilah Newcomb, simetri. Asimetri dan merupakan bagian dari model Newcomb ketika orang “setuju untuk tidak setuju.”29

 

FIGUR 4.11 Model ABX Newcomb

 

 

Model Westley dan MacLean

 Tahun 1957, Bruce Westley dan Malcolm MacLean, keduanya teoritikus komunikasi, merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi massa, dam proses komunikasi. Model umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi. Model Westley dan MacLean ini dipengaruhi oleh model Newcomb, selain juga oleh  model Lasswell dan model Shannon dan Weaver. Mereka menambahkan jumlah peristiwa, gagasan, objek dan orang yang tidak terbatas (dari X1, hingga X00), yang kesemuanya merupakan “objek orientasi,” menempatkan suatu peran C diantara A dan B, dan menyediakan umpan balik. 31

Dalam model Westley dan MacLean ini terdapat lima unsur, yaitu: objek orientasi, pesan, sumber, penerima, dan umpan balik. Sumber (A) menyoroti suatu objek atau peristiwa tertentu dalam lingkungannya (X) dan menciptakan pesan mengenai hali itu (X’) mengirimkan  yang ia kirimkan kepada penerima (fBA) mengenai pesan kepada sumber, seperti tampak dalam figur 4.12.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;}

FIGUR 4. 12 Model Westley dan MacLean

 

Dalam komunikasi massa, umpan balik dapat mengalir dengan tiga arah : dari penerima ke penjaga gerbang, dari penerima ke sumber media massa, dan dari pemimpin pendapat ke sumber media massa, sperti dalam Figur 4.13.

 

FIGUR 4.13 Model Westley dan MacLean

Westley dan MacLean tidak membatasi model mereka pada tingkat individu. Bahkan, mereka menekankan bahwa penerima mungkin suatu kelompok atau suatu lembaga sosial. Menurut merak, setiap individu, kelompok atau sistem mempunyai kebutuhan untuk mengirim dan menerima pesan sebagai sarana orientasi terhadap lingkungan.

Model Gerbner

Model Gerbner (1956) merupakan perluasan dari model Lasswell. ­34

Model ini terdiri dari model verbal dan model diagramatik. Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:

  1. Normal
    0

    false
    false
    false

    EN-US
    X-NONE
    X-NONE

    /* Style Definitions */
    table.MsoNormalTable
    {mso-style-name:”Table Normal”;
    mso-tstyle-rowband-size:0;
    mso-tstyle-colband-size:0;
    mso-style-noshow:yes;
    mso-style-priority:99;
    mso-style-qformat:yes;
    mso-style-parent:””;
    mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
    mso-para-margin-top:0in;
    mso-para-margin-right:0in;
    mso-para-margin-bottom:10.0pt;
    mso-para-margin-left:0in;
    line-height:115%;
    mso-pagination:widow-orphan;
    font-size:11.0pt;
    font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
    mso-ascii-font-family:Calibri;
    mso-ascii-theme-font:minor-latin;
    mso-hansi-font-family:Calibri;
    mso-hansi-theme-font:minor-latin;
    mso-ansi-language:IN;}

    Seseorang (sumber, komunikator)

  2. Mempersepsi suatu kejadian

  3. Dan beraksi

  4. Dalam suatu situasi

  5. Melalui suatu alat (saluran;media; rekayasa fisik; fasilitas administratif dan kelembagaan untuk distribusi dan kontrol)

  6. Untuk menyediakan materi

  7. Dalam suatu bentuk

  8. Dan konteks

  9. Yang mengandung isi

  10. Yang mempunyai suatu konsekuensi

 

Model diagramatik Gerbner adalah seperti yang tampak berikut ini:

 

FIGUR 4.15 Model Diagrmatik Gerbner (dibandingkan dengan model Shannon dan Weaver)

  1. Seseorang diperhatikan sebagai M yang berarti manusia (man) atau sebagai M bila urutan komunikasinya melibatkan alat mekanisme. M mungkin pengirim atau penerima pesan-perannya dimaknai berdasarkan letaknya dalam urutan komunikasi
  2. E’ adalah kejadian (event) sebagaima dipersepsi oleh M
  3. S/E adalah pernyataan mengenai peristiwa
  4. SSE adalah sinyal mengenai pernyataan mengenai kejadian
  5. SSSE adalah hasil yang dikomunikasikan

 

Jadi, model Garbner menunjukkan bahwa seseorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirim pesan kepada suatu Transmitter yang pada gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima (receiver); dalam transmisi itu sinyalnya menghadapi gangguan dan muncul sebagai SSSE bagi sasaran (destination). 36

 

Model Berlo

 Model lain yang dikenal luas adalah model David K. Berlo, yang ia kemukakakn pada tahun 1960. Model ini dikenal dengan model SMRCR, kepanjangan dari Source (sumber), Message (pesan), Channel (saluran), dan Receiver (penerima). 37 Sebagaimana dikemukakan Berlo, sumber adalah pihak yang menciptakan pesan, baik seseorang ataupun kelompok. Pesan adalah terjemahan gagasan kedalam kode simbolik, seperti bahasa atau isyarat; saluran adalah medium yang membawa pesan; dan penerima adalah orangyang menjadi sasaran komunikasi.

Menurut model Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor-faktor: keterampilan komunikasi, sikap pengetahuan, sistem sosial, dan budaya. Pesan dikembangkan berdasarkan elemen, struktur, isi, perlakuan, dan kode. Salurannya berhubungan dengan panca indra: melihat, mendengar, menyentuh, membaui, dan merasai (mencicipi). Model ini lebih bersifat organisasional daripada mendeskripisikan proses karena tidak menjelaskan umpan balik.38

Salah satu kelebihan model Berlo adalah bahwa model ini tidak terbatas pada komunikasi publk atau komunikasi massa, namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Model Berlo juga bersifat heuristik (merangsang penelitian), karena merinci unsur-unsur yang penting dalam proses komunikasi. Model ini misalnya dapat memandu Anda untuk meneli efek keterampilan komunikasi penerima atas penerimaan pesan yang Anda kirimkan kepadanya; atu Anda sebagai pembicara mungkin mulai menyadari bahwa latar-belakang sosial Anda mempengaruhi sikap pesan Anda.

Model DeFleur

 Model Melvin L. DeFleur menggambarkan model komunikasi massa ketimbang komunikasi antarpribadi. Diakui oleh DeFleur, modelnya merupakan perluasan dari model-model yang dikemukakan para ahli yang lain, khususnya Shannon dan Weaver.

Transmitter dan receiver dan model DeFleur, seperti juga Transmitter dan receiver dalam model Shannon dan Weaver, pararalel dengan Encoder dan Decoder dalam model Schramm. Fungsi receiver dalam model DeFleur adalah penerima informasi dan menyandi-baliknya-mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan (sistem simbol yang signifikan). Dalam percakapan biasa, receiver ini merujuk kepada alat pendengaran manusia, yang menerima getaran udara dan mengubahnya menjadi impuls saraf, sehingga menjadi simbol verbal yang dapat dikenal. Dalam komunikasi tertulis, mekanisme visual mempunyai fungsi yang sejajar.

FIGUR 4.17 Model DeFleur

 

Menurut DeFleur komunikasi bukanlah pemindahan makna. Alaih-alih, komunikasi terjadi lewat operasi seperangkat komponen dalam suatu sistem teoritis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme (isomorphism) di antara respons internal (makna) terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima. Isomorfisme makna merujuk pada upaya membuat makna terkoordinasi antara pengirim dan khalayak.

Model Tubbs

 Model komunikasi berikut dikembangkan oleh Stewart L. Tubbs.40 model ini menggambarkan komunikasi paling mendasar, yaitu komunikasi dua-orang (diadik). Model komunikasi Tubbs sesuai dengan konsep komunikasi sebagai transaksi, yang mengasumsikan kedua peserta komunikasi sebagai pengirim dan sekaligus juga penerima pesan. Ketika kita berbicara (mengirimkan pesan), sebenarnya kita juga mengamati perilakunya yang kita lihat tersebut. Prosesnya bersifat timbal balik atau saling mempengaruhi. Proses komunikasi juga berlangsung spontan dan serentak. Karena itu, kita melihat bahwa kedua peserta komunikasi disebut komunikator 1 dan komunikator. Penggunaan 1 atau 2 itu sebenarnya bersifat sebarang saja, tidak otomatis berarti bahwa komunikator 1 sebagai orang yang punya inisiatif pertama untuk mengirimkan pesan pertama kalinya dan komunikator 2 sebagai penerima pesan untuk pertama kalinya, meskipun untuk memudahkan pemahaman, kita dapat saja mengkonseptualisasikan komunikasi seperti itu.

Peran dalam model Tubbs dapat berupa pesan verbal, juga nonverbalm bisa disengaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah alat indra, terutama pendengaran, penglihatan dan perabaan. Gangguan dalam model Tubbs terbagi dua, gangguan teknis dan gangguan semantik. Gangguan teknis adalah faktor yang menyebabkan si penerima merasakan perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kegaduhan. Gangguan ini dapat juga berasal dari pengirim pesan, misalnya orang yang mengalami kesulitan berbicara atau yang berbicara terlalu pelan hingga nyaris tidak terdengar. Gangguan semantik adalah pemberian makna yang berbeda atas lambang yang disampaikan pengirim.

Ringkas kata, meskipun dalam model itu komunikator 1 dan komunikator 2 memilih unsur-unsur yang sama juga didefinisikan sam: masukkan, penyaringan, pesan, saluran, gangguan, unsur-unsur tersebut tetap berbeda dalam muatannya.

Model Gudykunst dan Kim

 Model William B. Gudykunst dan Young Yun Kim 41 sebenarnya merupakan model komunikasi antarbudaya, yakni komunikasi antara orang-orang yang berasal dari budaya berlainan, atau komunikasi dengan orang asing (stranger). Model komunikasi ini pada dasarnya sesuai untuk komunikasi tatap muka, khususnya antara dua orang. Meskipun disebut model komunikasi antarbudaya atau model komunikasi dengan orang asing, model komunikasi tersebut dapat merepresentasikan komunikasi antara siapa saja, karena pada dasarnya tidak ada dua orang yang mempunyai budayam sosialbudaya dan psikobudaya yang persis sama.

FIGUR 4.19 Model Godykunst dan Kim

Menurut Godykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian-balik pesan merupakan proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konspetual yang dikategorikan menjadi faktor-faktor buday, sosiobudaya, psikobudaya dan faktor lingkunga. Lingkaran paling dalam, yang mengandung interaksi antara penyandian pesan paling dalam, yang mengandung interaksi antara penyandian pesan dan penyandian pesan balik pesan, dikelilingi tiga lingkaran lainnya yang merepresentasikan pengaruh budaya, sosiobudaya, dan psikobudaya.

Salah satu unsur yang melengkapi model Godykunst dan Kim adalah lingkungan. Lingkungan mempengaruhi kita dalam menyand dan menyandi balik pesan. Lokasi geografis, iklim, situasi arsitektual (lingkungan fisik). Dan persepsi kita atas lingkunga tersebut mempengaruhi cara kita menafsirkan rangsangan yang datang dan prediksi yang kita buat mengenai perilaku orang lain.

Model Interaksional

 Model ini seyogianya tidak ada kaitan dengan “komunikasi sebagai interaksi”. Model interaksional berlawanan dengan model stimulus – respons (S – R) dan beberapa model linier lainnya yang kita bahas dalam bab ini. Sementara model-model tersebut mengasumsikan manusia sebagai pasif, model interaksional menganggap manusia jauh lebih aktif. Kualitas simbolik secara implisit terkandung dalam istilah “interaksional,” sehingga model interaksional jauh berbeda dengan interaksi biasa yang ditAndai dengan pertukaran stimulus – respons.

Model interaksional merujuk pada model komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial yang menggunakan perspektif interkasi simbolik, dengan tokoh utamanya George Herbert Mead 42 yang salah seorang muridnya Herbert Blumer. Perspektif interaksi simbolik lebih di kenal dalam sosiologi, meskipun pengaruhnya juga menembus disiplin-disiplin lain seperti psikologi, ilmu komunikasi, dan antropologi.

Komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalu pengambilan peran orang lain (role-taking). Diri (self) berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan lingkungan terdekatnya seperti keluarga

FIGUR 4.20 Model Interaksional

(significant others) dal suatu tahap yang disebut tahap permainan (play stage)  dan terus berlanjut hingga ke lingkungan luas (generalized other) dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan (game stage). Dalam interaksi itu, individu selal melihat dirinya melalui perspektif (peran) orang lain. Maka konsep diri pun tumbuh berdasarkan bagaimana orang lain memAndang diri individu tersebut.

Sebagaimana gajah, yang menerutu pribahasa, menampilkan realitas yang berlainan ketika diperiksa oleh enam orang buta, maka komunikasi pun dapat di kaji dari berbagai sudut pAndang. PAndangn dari suatu perspektif akan menampilkan dimensi-dimensi tertentu, sementara pengamatan dari sudut pAndang berbeda akan menyoroti aspek-aspek komunikasi yang berbeda pula. Anda sendiri dapat saja membuat model komunikasi khasi Anda berdasarkan model-model komunikasi yang telah dikembangkan para pakar terdahulu, bedasarkan perspektif Anda sendiri.

H = [ P1 log P1 + P2 log P2 + . . . = P11 log P21­ ]

Atau

H = ∑p1 log p1

PESTA LAUT (NADRAN)

Posted: September 21, 2011 in materi-materi

Nadran atau bisa disebut juga Pesta laut adalah suatu kebudayaan yang dilaksanakan oleh masyarkat yang mayoritas mata pencahariannya di laut, lebih khususnya masyarakat yang berada di daerah pesisiran. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun.Pesta laut sendiri bertujuan untuk melestarikan serta ungkapan rasa syukur kepada tuhan atas nikmat serta rezeki yang telah di turunkan kepada masyarakat pesisir dengan medianya lautan yang sangat membentang luas di negeri ini.

Namun kerap sering terjadi anggapan bahwa Nadran merupakan hal yang di anggap musyrik karena tujuan dari Nadran ini bertujuan untuk menghormati para leluhur mereka yang terdahulu. Padahal tujuan dari pesta Nadran ini adalah untuk melestarikan alam serta menjaga kebudayaan yang telah lama dilaksanakan oleh nenek moyang mereka yang ditujukan kepada Sang Pencipta Alam yang telah memberikan rezeki serta nikmat kepada mereka lewat laut.

Beberapa contoh yang kerap sering kali melakukan pesta laut adalah di Jakarta, Jakarta yang kita ketahui merupakan kota Metropolitn yang mana merupakan pusat pekerjaan serta pusat pemerintahan di Indonesia, akan tetapi kota ini tidak melupakan kegiatan kebudayaan ini yang senantiasa dilakukan oleh masyarakat pesisir.

Kegiatan ini dilakukan di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Dalam pesta itu Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiono, secara langsung membuka sekaligus melepas perahu yang berisi sesajian yang akan diperebutkan nelayan di tengah laut. Pesta laut Nadran ini merupakan pelestarian budaya, yang sekaligus merupakan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta. “Selain untuk mengadakan pesta Nadran, kegiatan ini nantinya juga akan menjadi event budaya yang sekaligus mempromosikan hasil laut yang ada di wilayah Jakarta Utara,” ujarnya.

Maka Dengan adanya kegiatan pesta laut ini, diharapkan bisa menjadi daya tarik masyarakat atau wisatawan untuk mendatangi kawasan destinasi wisata pesisir.

Di Garut juga sering dilakukan pesta laut, kegiatan ini berlangsung di Pameungpeuk, Rancabuaya, acara ini merupakan acara unggulan dari masyarakat pesisir meskipun berskala lokal, akan tetapi bisa dipastikan berskala nasional karena merupakan produk unggulan dari daerahnya.

Kegiatan ini merupakan produk budaya maupun tradisi masyarakat pesisir, yang merupakan proses mewujudkan taqwa sesuai tuntunan agama. Kegiatan ini juga tidak hanya dinikmati oleh masyarakat sekitar, namun acara ini ditujukan untuk semua masyarakat manapun yang ingin ikut serta memeriahkan acara pesta laut.

Maka dari itu kegiatan pesta laut merupakan kegiatan yang unik yang perlu jaga kelestarian budaya ini, dan jangan menganggap dari satu sudut pandang melainkan harus dilihat dari isi acara ini.

Senin 12.30

  • Bahasa Jurnalistik
  • Tafsir Al-Qur’an
  • Teori Komunikasi

Selasa 07.00

  • Sistem Komunikasi Indonesia
  • Sistem Politik Indonesia
  • Penulisan Berita

Rabu 12.30

  • Fotografi
  • Sistem Hukum Indonesia
  • Filsafat Indonesia

Kamis 07.00

  • Sistem Sosial Budaya Indonesia
  • Sejarah Peradaban Indonesia

“JURNALISTIK NU AINK”

Ilmu Komunikasi jurnalistik adalah merupakan jurusan yang berada di UIN Sunan Gunaung Djati Bandung, jurusan ini sangat banyak peminatnya, tahun demi tahun mahasiswa jurnalistik terus bertambah, dari mulai satu kelas hingga sekarang pada tahun 2011 telah menjadi empat kelas.

jurusan in merupakan jurusan yang sangat menomorsatukan kekeluargaan, tiap mahasiswanya sangat dekat dengan mahasiswa yang lainnya, hingga dari yang alumnipun sangat dekat dengan mahsiswanya.

jurnalistik terkenal dengan permainan bolanya yang sangat  mempesena sehingga pernah menjuarai Liga antar jurusan.

di jurnalistik juga banyak komunitas-komunitas, seperti komunitas Foto, Video, tulis-menulis dll, komunitas yang di bentuk oleh jurnalistik ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa-mahasiswa khususnya mahasiswa jurnalistik.

satu hal yang perlu kita kuasai dalam dunia jurnalistik adalah kita dapat menulis berita, dan hal ini menjadi wajib dalam dunia kejurnalistikan, tentu prospek kedepan adalah menjadi wartwan baik itu wartawan media cetak maupun elektronik.

alumni-alumni dari Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung banyak yang menjadi wartawan media cetak maupun elektronik, bahkan di tingkat nasional pun tak kalah bersaing dengan yang lainnya, maka kualitas Junalistik UIN SGD Bandung tidak perlu diragukan lagi.

 

Pengantar Ilmu Poltik

Posted: September 18, 2011 in materi-materi

MARK, DARWIN, DAN FREUD

Mark, Darwin, dan Freud tampaknya merupakan para pemikir yang paling penting di dunia modern yang penuh dengan konflik politik dan ideologis ini. Suatu dunia yang bisa membanggakan dirinya karena prestasi-prestasi ilmiahnya.

Dengan caranya masing-masing, ketiga raksasa pemikir modern itu mengatakan tentang sesuatu yang ada di sekeliling kita, dalam masyarakat kita, dan tentang diri kita. Dengan kacamata yang berbeda mereka menjelaskan, mengapa perpecahan dan perselisihan begitu banyak terlukis dalam sejarah umat manusia. Mereka menganggap  tilikan intelektualnya sebagai sumbangan oada ilmu pengetahuan modern, suatu sumbangan yang akan memunculkan pengertian kita di atas dogma agama, pembukaan tabir misteri perkembangan manusia dan perilakunya, dan memperlihatkan siapa kita sesungguhnya dan dunia yang kita warnai sebagaimana adanya.

Tampaknya bukan mustahil kalau Darwin, Freud, dan Mark tidak ada yang benar meski sebagaian. tapi tidaklah mudah mengingkari dampak mereka yang besar terhadap dunia modern. Kalau darwin bergelut dengan maslah biologi, dan Freud menyiangi persoalan psikologi, maka Mark melakukannya untuk politik. Darwin menerangkan bagaimana kita sampai di sini sehubungan dengan adanya evolusi organik ,melalui penyesuaian spesies dan seleksi alam. Freud menerangkan impian, pemikir, perilaku kita dalam hubungannya dengan dorongan implusid yang berakar dalam alam bawah sadar. Mark menerangkan hubungan sosial dan politik kita dalam hubungannya dengan kebutuhan material yang pokok bagi eksistensi manusia. Jika gagasan-gagasan mereka ini kita kumpulkan hadi satu, mereak akan melukiskan suatu gambar yang menyeluruh tentang keadaan umum dan rincian keadaan manusia.

Masing-masing pemikir ini memandang penemuan mereka sebagai perluasan penyelidikan ilmiah yang sebelumnya dan yang telah menyiapkan lapangan penelitian tertentu untuk menerobos ke dalam pengertian manusia. Apa yang diperlukan bagi penerobosan ini ialah penemuan beberapa pendorang dinamika perkembangan beberapa kekuatan pemaksa yang bekerja secara bebas atas kemauan diri sendiri. Karena bidang biologis, psikologis, atau ekonomis, kekuatan lepas yang terletak di luar kekuasaan kita, malah diluar pemahaman kita sama sekali.

FOKUS TERHADAP MARX DAN MARXISME

Pusat perhatian kita di sini, tentunya, terpusat pada Marx, dan ideologi politknya serta pergerakan-pergerakan yang berasal dari wawasan dan insipirasi marx perlu diulang bahwa untuk merayakan makna dari marx dan marxisme adalah bukan mengatakan bahwa semua yang dikatan marx adalah benar, sebagian atau sebagian besar hal itu semat untuk pengakuan bahwa dunia saat ini tidaklah sama dengan diriniya Marx dahulu. (Demikan juga dengan Darwin dan Freud).

Makna dari Marx dan dampak dari Marxisme, membenarkan kita untuk mengenyampingkan satu bab (bisa juga sebuah perpustakaan lengkap) untuk mempelajari ideologis marxis dan akibat-akibat politiknya . strategi penulisan ini juga dibenarkan oleh sukarnya untuk mengetahu secara tepat dimana marx dan marxisme harus ditempatkan dalam rangkain kesatuan ideologi politik yang tersusun dalam pokok persialan Bab 5 dan 6. (Lihat tabel 5.1) Mengapa?

Bayangan Marx mengenai masa depan, dan nilai dasrnya sendiri, memasukkan unsur-unsur anarkisme dan komunisme. Tujuan yang lebih segera adlah sosialime demokratis. Akibat-akibat politik yang paling tampak dari Marxisme sangat tepat dinamakan sosialisme otoriter, meskipun bebrapa pihak akan mendesak bahwa otoriterisme adalah lelbih fasis daripada sosialis. Perhatian Marx sendiri dipusatkan pada ciri-ciri ekonomi dan akbat-akibat politik dari liberalisme klasik. Dan implikasi logis dalam determinanisme paham Marx pada hakikatnya bisa dipandang sebagai konservatif. (Kenyataanya, apakah sesuatu bisa dilakukan atau tidak untuk mempercepat kapitalis, dan sosialis perkembangnnya merupakan masalah utama yang membagi marxis dalam kubu-kubu yang saling bermusuhan satu dengan yang lain).

Karena itu, dalam beberapa cara. “Marxisme” mungkin bisa dipakai untuk menggolongkan ideologi politik yang telah dibicarakan dalam Bab 5 dan 6. Tidak sedikit sumbangan marxisme terhadap pemahaman politik kita, terutam kemampuannya untuk menerangkan ciri-ciri semua ideologi politik (temasuk Marxisme). Menunjukkan mengapa asumsi-asumsinya dan ketentuan-ketentuannya adalah apa yang sebenrnya atau lemah, menang atau kalah.

Jadi lebih baik kita biarkan studi marxisme kita berada pada akhir penyelidikan dalam ideologi politik. Pembaca telah cukup bergelut dengan bab-bab yang terdahulu dengan tanpa memperumit gambaran kita lebih lanjut. Dan sekarang tentu pembaca telah siap untuk berpikir secara lebih kritis tentang marxisme. Kalu Marxisme bisa berarti begitu banyak, dan begitu menantang tentu itu merupakan ukuran lain dari dampak keberadaannya di dunia modern, terlepas dari persoalan kecerobohan dan ketepatannya. Seperti halnya dari pada sebenarnya, walau ia akan tetap bisa mengubah dunia.

Kapitalisme awalupaya untuk membangun dam mengoprasikan pabrik dengan sega keuntungan yang dicarinya pada abad keenam belas di inggris ternyata tidak berjalan sebgaiman yang diharapkan. Kaum industrialis saat itu belum lagi mempunyai modal yang cukup, dan para petani, tukang, serta para pekerja pabrik lainnya yang potensial “menolak yntuk menukar kebebesan rumahnya dengan disiplin pabrik.”  Tetapi sewaktu Karl Marx dan Friedrich Engels menulis Communist Manifesto (tahun 1848), sistem perpabrikan ini telah mapan :

Menghadapi persaingan barang-barang buataran mesin, pekerjja tangan telah sia-sia berjuang, dan ia telah meninggalkannya tanpa sumber pencaharian kecuai memasiki pabrik yang dibencinya. Pekerja dewasa yang ridak tahu apa-apa itu, selain pabrik, hanya punya satu gagasan yang samar tentang harga yang dapat mereka terima dari ketundukannya pada disiplin pabrik.

Sekarang malahan lebih sukar lagi bagi para mahasiswa yang terhormat di dalam masyatakat yang pada umumnya dihormatim untuk memahami kesukaran luar biasa yang dialami oleh pria, wanita, anak-anak (yang belakangan ini seringkali harus bekerha di pabrik-pabrik pada umur enam atau tujuh tahun) yang bekerha selama enam belas atau delapan belas jam sehari, enam hari seminggu, dengan debu yang menyesakkan di pabrik tenun dan tambang batu bara, yang tinggal di kampung (slum) yang sesak yang seringkali tersapu wabah yang mematikan, yang tidak mendapat jaminan sosial bagi komuniti kecil, dan secara berkala menganggur karena siklus ekonomi berfluktuasi antara berhasil dan gagal-mayoritas dari mereka tidak punya harapan untuk bisa melepaskan diri dari cengkraman toko perusahaan, kota perusaan, sabuk kulit pengawas pabrik, atau putaran mesin yang dapat merobek-robek anggota tubuh mereka semudah tekan produksi pabrik mereka itu meporak-porandakan keluarga mereka yang mengurangi perjuangan keras pria, wanita , dan anak-anak untuk sekedar bisa hidup sederhana.

Sementara lebiral klasik “membenarkan” kejahatan-kejahatan sosial ini dalam konteks kebebasan individu dan kemajuan ekonomis, kaum sosialis awal merasa ngeri melihat akibat-akibat industrialisme dan berusaha untuk menaikkan kepentingan kemanusiaan yang telah turun harkatnya. Demikianlah sosiolog Perancis Emile Durkheim menggambarkan pemikiran dan politk sosialis yang pada dasarnya adalah akibat suatu “Penderitaan”. Dan para penafsir tulisan Marx yang lebih baru menyatakan bahwa di bawah kemilau hukum ekonomi dan sosiologis politik yang menjadi ciri karya Marx terdapatlah filsafat humanisme- khususnya perhatian terhadap keterasingan yang memisahkan kebutahan kreatif manusia dari kekuasaan alamiah, struktur masyarakat, dan akhirnya dari individu itu sendiri. Seperti Kitab Injil komunis zaman kuno, Marx dan pengikutnya telah mencari jalan yang lebih cocok untuk mengatur masyarakat dan yang menjamin bahwa pemuasan kebutuhan-kebutuhan ekonomi tidak bertentangan dengan terkabulnya kebutuhan-kebutuhan manusia.

MARXISME

Meskipun demikian, bagi marx, suatu pemahaman mengenai kebutuhan manusia dan strruktur masyarakat perlu dimulai dengan memahami manusia sebagai makhluk ekonomi. “Ekonomi” tidak saha menunjuk pada produksi, distribusi, dan pertukaran barang dan jasa; ia juga menggambarkan keadaan eksistensi manusia yang tak terhindarkan bahwa perta, dan terutama, manusia adalah keseluruhan biologis dengan persyaratan dasar yang harus dipenuhi jika kelangsungan hidupnya harus dijamin.

Kita harus mulai dengan menyatakan premis pertama tentang eksistensi semua manusia, dan karena itu tentang seluruh sejarah, premisnya yaitu bahwa manusia harus, selalu dalam keadaan dinamis supaya mampu “membuat sejarah”. Tetapi kehidupan melibatkan, sebelum melebii segalanya , makan dan minum, tempat tinggal, pakaianm dan banyak lagi lainnya. Tindakan kesejarahan pertama dengan demikian ialah menghasilkan sarana untuk memuaskan kebutuhan ini, menghasilkan kehidupan material itu sendiri. Dan memang ini adalah tindakan kesejarahan, suatu keadaan utama dalam sejarah.

“di sini mahasiswa yang tekun dianjurkan untuk melihat kembali mengenai komunisme dalam Bab 5. Berpendidikan di jerman dalam masa yang didominasi filsadat Hegel, Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Enggls (1820-1895) melewati sebagian besar hidupnya di Inggris di mana banyak tulisan-tulisan yang dewasa ini, seperti ribuan tahun silam, setiap hari dan setiap jam harus diisi dengan memenuhi kebutuhan manusia belaka… oleh karena itu kebutuhan pertama dalam setiap teori sejarah ialah mengamati kenyataan dasar ini  dengan segala maknanya dan segala maksud yang terkandung di dalamnya, dan menyesuaikan kepentingan yang seharusnya”

Studi “ilmiah” tentang sejarah adalah studi tentang cara manusia menanggapi tantangan material dalam lingkungan fisiknya. Agar dapat meperbesar peluang untuk hidup terus, pria dan wanita secara progresif memperbaiki teknologi yang berubah. Pemeceahan pokok yang paling utama ialah menggantikan self-sufficiency- dimana setiap satuan keluarga berjuang untuk menghasilkan semua yang ia butuhkan untuk bisa hidup terus dengan perhatian (umpamanya) pada produksi pangan dan yang lain agara mengkhususkan diri pada bangunan, dan yang lainnya mengkhususkan pada menghasilkan alat-alat, sedangkan yang lainnya lagi mungkin mengkhusukan diri pada perdagangan dan keuangan.

Kelas ekonomi akan tetapi dengan spesialisasi pekerjaan lahirklah perbedaan-perbedaan status, kekayaan, kekuasaan politik-bagaimanapun primitifnya masyarakat ataupun sistem politiknya. Kelas ekonomi yang dibangan terutama dibedakan antara mereka yang mempunyai pemilikan pribadi dan alat produksi. Hasil yang tak dapat dielakan ialah konflik di antara kelas-kelas ini, atau perjuangan kelas, yang sesungguhnya merupakan ciri utama dari perkembangan sejara.

Struktur kelas dalam masyarakat industri ditandai oleh dominasi kaum borjuis atau kelas-kelas mengengah yang mempunyai kekayaan pribadi dan eksploitasi kelas perkerjaan yang lebih besar jumlahnya tetapi lebih rendah ekonominya, atau kaum produksi  kaum borjuis melebihipotensi konsumsi kaum proletar. Taraf hidup para pekerja di jaga agar pas-pasan atau dibawah itu supaya tidak mampu membeli barang-barang yang oleh pemilik modal dihasilkan untuk memperbesar kekayaannya. Dengan demikian tevolusi tidak dapat dihindarkan.

Marx dan Engels, The German Ideology,  bagian I (1846), di cetak ulang dalam Robert C. Tucker (ed.), the Marx-Engels Reader, W.W. Norton & Co., Inc., New York, 1978, halaman 155-156. Dalam hubungannya dengan konsep yang luas tentang biologi manusia, maka, bisa dikatakan bahwa Darwin, Freud, dan marx memulai dari titik yang sama : manusia sebgai organisme psikologis yang kebutuhan untuk kelangsungan hidup pada umumnya menyusun seluruh aspek utama tingkah laku manusia.

DIALETIKA

“Determinisme” yang menjadi ciri pemikiran Marx berasal dari asumsi : bagaimana cara orang mengatur alat produksi yang diperlukan untuk menentukan garis besar sturuktur sosialnya, sistem politknya, dan bahkan ideologi (agama dan sekuler) yang mereka temukan untuk membenarkan atau menyerang starus quo.

Dalam pengertian ini, “dialetika” sebagian menunjuk pada hubungan timbal balik antara semua gejala, dan setiap gejala  tertenu hanya bisa dipahami dalam konteks yang lebih umum. Seseorang tidak bisa memahami ciri-ciri kapitalisme, umpamanya tanpa memahami perkembangannya semenjak semula dalam konteks feodalisme dan merkantilisme. Demikian juga orang tidak bisa memahami tingkah laku kaum proletar tanpa melihat asalnya petani atau tanpa melihat tuntutan dan kepentingan kaum borjuis. Dari persepsi dialetika, pengentahuan yang lebih lengkat (atau “ilmah”)adalah pengetahuan tentang gejala dikala mereka berinteraksi dengan gejala lainnya, tidak ada yang bisa dipahami sendiri, berdasarkan pengabstrakan ciri-ciri yang diasingkan dari kenyataan. Jadi orang membatasi dirinya sendiri, hanya ia berinteraksi dengan alam (tuntan material dan lingkungannya) dan dengan kenyataan sosial disekitarnya. Dan “materialisme dialetik” (istilah yang pernah dipakai oleh Marx, tetapi satu-satunya istilah yang dapatt menggambarkan pemikirannya dengan tepat bisa diaritkan sebagai pernyataan awal dari filsafat eksistensial dalam abad keduapuluh.

Seperti digambarkan oleh contoh-contoh di atas, hubungan dialetik pasti merupakan hubungan antagonis. Sejarah sepantasnya dipahami sebagai bekerjanya ketegangan dan pertentangan antara alam dan manusia, alat-alat produksi yang makin efesien, kelas-kelas sosial yang saling bersaingan, dan ideologi-ideologi yang bertentangan. Pada suatu saat tertentu adalah mungkin mengenali ciri khusus kehidupan sosial sebgai suatu tesis (misalnya, feodalisme dan kekangan ekonomi), yang akhirnya dihadapkan denga suatu antitesis (kapitalisme dan perdagangan bebas), dengankontradiksi yang dihasilkan oleh pertarungan tesis dan antitesis menghasilkan sintesis dari sifat-sifat terbaik dari masing-masing (sosialisme, yang memungkingkan manusia menikmati efisiensi produksi yang dikembangkan oleh kapitalisme, tetapi dalam keadaan ini keselarasan sosial dan kestabilan yang mencirikan feodalisme).

Dengan demikian dialetika adalah sara untuk mengkonseptualisasikan seperangkat gejala yang saling berkaitan (kekuatan-kekuatan sosial atau gagasan – gagasan ); ia juga menggambarkan suatu proses yang nyata, suatu proses antagonistisme dan kontradiksi yang telah melekat dengan semua fenomena. Dan lmotor utama bagi perkembangan kesejarahan adalah perjuangankelas, yang dengan mudahnya meringkaskan semua kontradiksi material dan intelektual yang khas terhadap setiap epos sejarah.

Kelas ekonomi dan kekuasaan politik. Karena suatu kelas menguasai kelas yanglain, maka ia melaksanan kekuasaan atas negara. Distribusi kekuasaan politik dalam setiap masyarakat dengan demikian merupakan suatu fungsi distribusi kekuasaan ekonomi. Karena kekuasaan ekonomi berpindah dari aristokrasi pemilik tanah ke borjuis pengusaha, dominasi raja dan kebangsawanan diganti oleh lembaga-lembaga parlemen yang dikuasai pemilik kekayaan yang baru dan perwakilan politik mereka. Ideologi hak ketuhanan digantikan dengan ideologi liberalisme klasik. Membenarkan penggunaan lambaga-lembaga negara dan anjurannya yang paling khas-hukum- sebgai sarana untuk memperkuat dan melestarikan dominasi sosial ekonomi kami borjuis.

Negara, ideologi yang mendukungnnya, hukumnya, dan aparat kepolisian serta aparat pengadilannya adalah alat-alat yang memenungkinkan suatu kelas untuk memaksa dan mengesahkan eksploitasinya terhadap kelas-kelas lain dalam masyarkat. (Dan, lagipula, analisa dialetika-lah yang membantu kita memahami hubungan keterkaitan yang rumit dari gejala ini). Tetapi kekeliruan setiap ideologi kelas sebelum sosialisme ialah asumsi bahwa ideologi tersebut berlaku absolut dan mempunyai relevansi universal. Bagaimanapun, sejarah menunjukan bahwa apa yang secara khas telah diambil suatu corak permanen dari keteraturan sosialan, sebetulnya ditakdirkan untuk menyingkirkan karena wawasan manusia telah dibentangkan oleh perubahan ekonomi dan penyelidikan intelektual. Analisa dialetik juga memungkinkan kita untuk memahami bahwa kapitalisme, seperti juga feodalisme, hanyalah suatu gejala sementara suatu tahap sejarah ekonomi yang sedang berlangsung.

Revolusi, Sosialisme, dan Komunisme

Kontradiksi mendasar dari kapitalisme, menurut Marx, ialah sosialisasi alat-alat produksi (atau penciptaan para pekerja yang saling tergantung melalui sistem pabrik) bersamaan dengan berlangsungnnya distribusi kekayaan menurut asa kepentingan pribadi dan keuntungan perseorangan. Kontradiksi iniyang melekat dalam kapitalisme bisa dipahami dalam konteks feodalisme dan sosialisme dan ciri-ciri dialetika. (lihat table 7.1)

Marx membedakan pemikirannya dari pemikiran sosialis utopis (dalam awal abad kesembilan belas, termasuk gagasan-gagasan Saint Simon, Charles Fourier dan Robert Owen) dengan menyatakan bahwa pandangan mereka tentanf sejarah tidaklah dialetik ini sebgaian berari bahwa kaum utopis telah gagal mengakui kapitalisme.

 TABEL 7.1

Organisasi Produksi dan Asas-asas Distribusi di bawah Feodalisme Kapitalisme dan Sosialisme (Menurut Dialetik Marxis)

Feodalisme

(Tesis)

Kapitalisme

(antitesis)

Sosialisme

(sintesi)

Organisasi produksi

Asas- asas distribusi

Pribadi

Pribadi

Sosial

Pribadi

Sosial

Sosial

Keuntungan yang jelas bagi umat manusia, kaum utopis ingin membalikan jalannya sejarah dengan menyangkal kapitalisme sebelum ini berjalan sebgai bagian yang diperlukan, dan banyak di antara mereka terbukti benar-benar reaksioner dengan berusaha mengembalikan manusia kepada kondisi masyarakat agraris.

Akan tetapi , bagi marx, kaum kapitalis telah membangun teknologi dan mengatur alat-alat prodksi dengan kecertdasan dan efisiensi yang tiada taranya.pria dan wanita dalam masyarakat kapitalis akhirnya berusaha mengatasi alam dan mampu mendapatkan sarana-saran untuk memberantas kemiskinan dan kekurang dan untuk menjamin kelangsungan hidup spesies dalam hubungannya dengan kebuthan biologis.

Eksploitas dan nilai lebih. Akan tetapi masyarakat kapitaslis juga merupakan masyarakat yang penuh ketimpangan, dan dengan hanya menengok ke sekelilingnya, marx dapat menyimpulkan dengan tepat bahwa mayoritas pria, wanita, dan anak-anak menderita kemiskinan dan kekurangan. Mereka yang mengerjakan mesin produksi adalah mereka yang paling menderita akibat industrialisme. Mereka juga paling sedikit menerima apa yang mereka hasilkan. Terdapat sesuatu yang secara ekonomis dan moral salah dalam masuarakat dimana sedikit orang yang tidak mengerjakan kerja kasar menikmari kekayaan paling banyak daripada yang dihasilkan pleh yang melakukan kerja kasar.

Satu-satunya cara untuk menentukan nilai suatu komoditi ialah dengan menghitung tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkannya (“teori bunuh tentang nilai”). Karena kapitalis bukan pekerja, ia tidak menghasilkan nilai. Tetapi pekerja tidak mendapat imbalan atas jumlah seluruh nilai komoditi yang dihasilkan. Yang diambil oleh kapitalis dari pekerja ialahh “nilai lebih”, suatu konsep yang dikemukakan marx untuk menggambarkan hubungan eksploitasi antar kapitalis dan pekerja.

Bahkan ketika menggalakkan penguasaan manusia atas alam ia telah memperburuk keterasingan dan eksploitasi yang-dalam analisa akhir-menandai kesemau-mauan manusia dalam masyarakat borjuis. Malahan kapitalis sendiri, dalam mengejar keuntungan secara langsung, telah diperas oleh ambisi materialistisnya dan punyai pemilikan pribadi.

Krisis ekonomi dan perubahan politik. Basis produksi kapitalis yang sesungguhnya ialah mengumpukan bersam atau sosialisasi kebanyakan pekerja di pabrik-pabrik besar. Kenyataan sosial dari kapitalisme ini sangant berbeda dengan keadaan terkucil dari para pekerja dalam bengkel-bengkel kecil atau para pekerja yang dipekerjakan dalam industri perumahan sebelum zaman kapitalis. Di bawah kapitalisme, hubungan yang erat antara satu sama lain menimbulkan rasa identitas kelas dan membantu mempersiapkann meraka ketika mesin produksi kaptalis-karena kekurangn pasaran untuk hasil produksinya-akan berhenti.

Pada waktu menulis Communist Manifesto dalam tahun 1848, di tengah suasa revolusi kekerasan yang melanda Eropa dari kpnhagen sampai Palermo dan dari Paris sampai Budapest, pada hakikatnya pemikiran Marx dan Engels dalam hubungannya dengan suatu transisi yang tiba-tiba dan penuh kekerasan dari kapitalisme ke sosialisme. Kejadian-kejadian membuktiakan bahwa mereka salah, tetapi pemikir-pemikir Marxis selalu mempertahankan pendapat mereka bahwa metode analisa dialetik memungkinkan perbaikan yang terus menerus terhadap rincian teori Marxis mengingat perkembagan kesejaran, meski garis besar materialisme dialtika tetap bertahan dan dalam tulisan mereka sesudah tahun 1848, marx dan engels pada pokoknya menyesuaikan padangna mereka terhadap ciri-ciri revolusi sosialis. Mreka mengakui bahw peralihan ke arah sosialisme berbeda-beda menurut kebudayaan politik terntenu, dan mereka mengambil Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat sebagai contoh negara-negara di mana penggantian ke sosialisme dari kapitalisme secara relatif berlangsung dengan damai dan agak lama.

Kediktatoran proletariat. Apakah sosialime merupakan hasil peralihan yang penuh perdamaian atau kekerasan, pastilah kaum proletar akan meraih kekuasaan,dan untuk pertama kali dalam sejarah bahwa lembaga-lembaga negaraakan dialihkan menjadi alat kekuasaan mayoritas. Hanya di bawah “kediktatoran proletar” sajalah demokrasi sejati akan menjadi kenyataan. Melalui dominasi politiknya, kaum proletar akan bisa mengambil alih semua alat produksi di bawah pengawasan negara, menasionalisasi industri, tanah, perusahaan, perhubungan, transportasi, dan perdagangan; mengawasi distribusi pertukaran; menghapuskan hak keturunan, yang dalam setiap kejadian, tidak konsekuen dengan ideologi liberal klasik; pelembagaan pajak pendapatan yang berat dan progresif; menghapus pekerja anak-anak di pabrik-pabrik; dan menjamin “pendidikan cuma-Cuma bagi semua di sekolah-sekolah negeri” (berdasarkan Communist Manifesto). Kapitalisme telah memungkinkan umat manusia menaklukkan alam; sosialisme akan memungkinkan semua wanita menjadi partisipan yang berarti Berakbirnya Keterasingan. ”Komunismemerupakan nama yang diambil oleh Mark dan Engels untuk mebedakan gagasan-gagasan darii gagasan awal kaum utopis. Ia juga menggambarkan tahap akhir perkembangan sosial, suatu tahap sesuai soaialisme dan kediktatoran kaum protelar dimana (1) peranan negara sangat kecil dalam organisasi ekonomi; (2) kelas-kelas tidak ada lagi, dan, sebagai akibat ketidakstabilan politik dan sisial-ekonomi peninggalan masa lampau; (3) distribuusi barang dan jasa berdasarkan kebutuhan individu dan tidak berkaitan dengan tenaga-kerja atau produktivitas individu; (4) batas-batas internasional dan kedaulatan negara telah dihilangkan; dan  (5) suatu “revolusi kebudayaan” telah mengakibatkan perubahan kesadaran di mana orang dengan sendirinya menyamakan kepentingannya dengan barang kolektif dan kesejahteraan bersama seluruh masyarakat.

Di bawah kondisi komunisme, tidak saja manusia menguasai alam dan masyarakat,tetapi ia juga dapat menyadari ambisinya bagi perkembangan dan pemenuhan kreatif-dan tidak dengan mengorbankan orang lain. Singkatnya, komunis menjamin berakhirnya keterasingan manusia dari dirinya sendiri, dan akhirnya ia kembali ke Zaman Keemasan yang telah menjadi inspirasi ahli filsafat politik sejak pertama kali orang digerakkan untuk berspekulasi tentang penyebab ketimpangan sosial. (Lihat tabel 7.2.)

Arti dari Marx

Bisa dikatakan bahwa ketika Marx berusaha meramalkan masa depan, ua sendiri menjadi seorang uptos dan membeberkan bagaimana ia sepenuhnya telah dipengaruhi oleh cita-ciat dasar liberal tentang kebebasan individu dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri. Akan tetapi harus ditambahkan bahwa Marx, dalam sekumpulan besar tulisannya, secara relatif tidak banyak mengatakan tentang ciri-ciri sosialisme dan sedikit mengatakan komunisme.

Perhatiannya dipusatkan pada kapitalisme. Ia berusaha menggambarkan cara kapitalisme dikembangkan dan cara ia bekerja atau kegagalan bekerjanya. Pandangannya tentatang masa depan, manakala mereka ini tawarkan, berasal dari usaha untuk meramalkan kemungkinan kecenderungan utama yang nampak dalam masyarakat kapitalis, termasuk kecenderungan ke arah monopoli kapitalisme, pembagian masyarakat kapitalis ke dalam dua kelas utama (birjuis dan proletar), “pemiskinan” yang progresid atau kaum proletar, dan gerakan kapitalisme yang dapat ditawar lagi mengarah pada depresi yang penuh bencana.

Kecenderungan lain tak diperhatikan : semakin kuatnya perasaan nasionalisme dan patriotisme yang membahayakan solidaritas kelas panjang garis ekonomi; perluasan hak pilih dan perkembangan demokrasi.

Tabel 7.2

Tahap-tahap sejarah dan Akhir  Keterasingan (Menurut Marx dan Engels )

  Feodalisme Kapitalisem Sosialisme Komunisme
Kekuatan yang menentukan Alam (kebutuhan material dasar) Milik pribadi (digunakan untuk keuntungan pribadi) Milik sosial (digunakan untuk kemajuan kesejahteraan umum) Kebutuhan manusia (terutam psikologis dan kreatif)
Ciri ekonomi yang utama Keluarga pemenuhan kebutuhan secukupnya Spesialisai tugas; sistem pabrik Pemilikan negara atas alat-alat produksi dan perencanaan ekonomi Independensi ekonomi bersam dengan materi yang berlebihan bagi semua; tiada pemilikan pribadi
Organisasi politik Lemah atau monarki yang tersentralisasi Pemerintah parlementer dikuasai oleh kaum borjuis Pemerintah pusat yang kuat berdasarkan kekuasaan mayoritas (kediktatoran proletar) Pemerintah (menampilkan fungsi-fungsi perencanaan umum) berdasarkan konsensus rakyat
Ciri sosial yang utama Ketimpangan yang tinggi berdasarkan status yang diwariskan Ketimpangan yang tinggi bersarkan kekayaan Ketimpangan rendah berdasarkan jasa dan fungsi ekonomi Tiada pembagian kelas; apapun ketimpangan yang ada adalah berdasarkan perbedaan dalam temperamen kreatif

Ekonomi dan sosial warga negara dalam membantu melunakkan pengaruh kasar kapitalisme yang tak diatur.

Akan tetapi dalam suatu hal marx tetap dalam sikapnya ketika ia melihat ke masa depan: Demokrasi dan perikemanusian yang mengilhami sosialisme tidak akan bisa tercapai sebelum kapitalisme berkembang sepenuhnya dan semua potensi ekonomi dan akibat sosialisme kapitalisme terwujud. Hal ini penting tidak saja bagi efesiensi ekonomi dalam masyarakat sosialis tetapi juga bagi perkembangan kesadaran sosial di antara warga negara yang menjadi dasar sosialisme demokratis dan komunisme itu sendiri.

LENINISME

Marxisme telah diexpor dari Eropa Barat ke Rusia di bawah Tsar dalam akhir abad ke sembilan belas, dimana ideologi itu memainkan daya tariknya yang aneh hanya pada kelompok kecil kaum intelektual. Diantara terdapatlah para pendiri Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia, yang didirikan dalam suatu kongres rahasia yang berkongres di Minsk pada tahun 1898. Kecuali masalah-masalah mereka dengan polisi rahasi dan jaringan informasi tsar, Demokrat Sosial Rusai juga dikeruhkan dengan beberapa pertanyaan yang tegas: kapan, dan bagaimana revolusi sosialis harus masuk ke Rusia? Pada kongres partai yang kedua tahun 1903, mula-mula bersidang di Brussel dan kemudian di London, Demokrat Sosial pecah menjadi dua kelompok Menshviks (atau “anggota fraksi minoritas)menerima perlunya masa perkembangan kapitalis di rusia sebelum sosialisme dapat menjadi suatu alternatif yang bisa hidup terus, dan mereka menghendaki adanya organisasi suatu partai politik yang berstruktur longgar dan berdasarkan pada masa. Sebaliknya, Bolshevilsk (atau “anggota fraksi mayoritas”) mengemukakan bahwa revolusi sosialis tidak bisa ditunda dan bahwa kedatangnnya bisa dipercepat oleh suatu organisasi yang tersentralisir dan berdisiplin kuat yang berintikan kaum revolusioner profesional.

Partai. Pemimpin politik dan ideologi Bolsheviks ialah Valdimir Ilyich Lenin (1870-1924, kelahiran Ulyanow). Dalam pamflet yang diterbitkan tahun 1902 dan berjudul What Is To Be Done? Lenin mendesak berdirinya organisasi semacam partai revolusioner yang bersatu pada dan sesungguhnya menjadi ciri kaum Bolsheviks-yang mengambil nama “komunis” sesudah Revolusia Rusia bulan Oktober 1917.

Bagi Lenin, partai reovolusioner mungkin adalah partai yang paling efektif jika parati itu terdiri dari bukan pekerja tetapi para intelektual yang mengabdi pada kepentingan kelas pekerja. Bahwa partai seperti itu penting sekali diperjelas oleh otokarsi negara daro tsar yang menindas, yang melarang organisasi para pekerja. Dan, dalam segala hal, para pekerja-jika dibiarkan pada sumber matapencaharian sendiri-sangat tidak mungkin untuk menghayati apa yang disebut Lenin sebagai “kesadaran berserikat buruh”; yang memusatkan perhatian pada upah yang lebih besar, jam kerja yang lebih pendek, dan hanya pada perbaikan permukaan dalam lingkungan hidupnya, para pekerja memerlukan kepemimpinan dari suatu partai revolusioner agar bisa mengembangankan kesadaran revolusiener.

Sebetulnya Lenin menggantikan campur tangan pribadi dari partai Leninis terhadap kekuatan-kekuatan obyektif dalam sejarah marx. Dan dalam proses untuk menjungkirbalikan Marxisme tersebut, Lenin mendesakkna pendapatnya bahwa revolusi sosialis pasti kasar dan menyimpang dari arus masa lalu. Gagasan-gagasan ini mungkin cocok untk menggerakkan revolusi di Rusia, tetapi Rusia dibawah tsar tidaklah tepat seperti gagasan Marx tentang negara kapitalis dan industri maju. (Untuk gambaran yang dramatis tentang hal ini, lihat Tabel 7.3)

Imperialisme. Lenin terpaksa menjelaskan mengapa revolusi sosialis telah gagal terwujud dalam negara-negara kapitalis maju di Eropa Barat, seperti diramalkan Marx, dan mengapa revolusi mungkin pecah di Rusia yang belum maju. Pada 1916 Lenin menerbitkan buku Imperialism: The Higbest Stage Of Capitalism, dimana ia merinci pendapat Marx yang terdahulu bahwa monopoli kapitalis pasti akan berusaha menjamin perkembangannya lebih lanjut dengan menyerap wilayah asing dan memanfaatkan sumber-sumber dan penduduk pribumi. Dalam pengertian ini pun, politik-bakan politik internasional-pertama-tama dijelaskan dalam katannya dengan kepentingan ekonomi yang mendasarinya.

Lenin menyatakan bahwa negara-negara kapitalis maju telah menunda ntuk sementara bencan krisis eonomi dengan menemukan pasaran baru di negara-negara yang sedang berkembang di dunia. Penyitaan “nilai lebih” dari pekerja telah menjadi bersifat internasional dengan meluasnya kolonialisme. Perang dunia yang mulai tahun 1914 harus dimaksudkan sebagai perang imperialis yang didalangi oleh kekuatan

 TABEL 7.3

Para Pekerja Industri di Rusia dan Jerman, dan Inggris Raya Sebelum Revolusi Rusia 1917

Rusia

Jerman

Inggris Raya

1860

1900

1913

1882

1895

1907

1861

1901

1911

Jumlah pekerja industri (dalam jutaan)

0,57

1,69

2,28

4,72

5,93

7,84

4.07

6,18

7,12

Prakiraan pekerja industri

0,76

1,28

1,41

10,1

11,1

12,5

17,5

16,7

17,4

 

Kekuatan besar dengan kepentingan memperluas dominasi kolonialnya. Perluasan omperialisme juga memungkinkan kaum borjuis mengusai kaum proletar pribumi melalui pembagian sedikit keuntungan yang diambilnya dari para pekerja asing dan orang-orang yang kurang mempunyai kesadaran kelas. Dan perang merupakan hikmah sementara bagi kelesuan ekonomi kapitalis, yang memungkinkan kaum borjuis menganjurkan kaum proletar dengan syarat yang lebih menjamin pekerjaan dan juga pengabdian yang patriotik. Akibatnya, bagi Lenin, adalah jelas: kaum proletar di Eropa Barat telah “tertipu”  dan sangat pantas dicirikan sebagai “kesadaran palsu.”

Matarantai terlemah. Lalu, di manakah yang paling memungkinkan terjadina revolusi? Lenin menjawab dengan “teori tentang matarantai terlemah”-nya. Rusia adalah ,matarantai terlemah dalam rantai kapitalisme Eropa. Dibandingkan dengan negara kapitalis yang kurang berkembang. Rusia sekurang-kurangnya juga maju dalam perlombaan ala imperialis dalam mendapatkan pasaran luar negeri. Itulah sebabnya kaum proletar lebih mudah kena mobilisasi revolusi,dan dalam persekutuannya dengan petani Rusia yang dipimpin oleh partai Bolshevik, kelas pekerja Rusia bisa menjadi yang pertama kali meresmiklan rezim sosialis. Dan segera setelah kudeta Bolshevik di Petrograd Oktober 1912, Lenin dengan berani mengumumkan maksudnya di depan Second All-Russian congress of Soviets: “kita sekarang akan melanjutkan untuk membangun tatanan sosialis” akan tetapi bagaimanakah sosialisme Marx bisa dibangun dalam masyarakat yang secara ekonmi belum berkembang dan yang umumnya terdiri dari para petani?

TROTSKYISME

Leon Trotsky (1879-1940 lahir di Lev Bronstein), bersama dengan Lenin, adalah pemimpin utama dalam keberhasilan revolusi Bolsheviks di Rusia dan kemenangan Tentara Merah yang berikutnya atas Tentara Putih yang kontra-reovolusioner dalam perang saudara Rusia 1918 sampai 1920. Malahan mungkin benar bahwa tanpa kemauan reotrika Trotsky yang bersemangat, logika yang tajam, dan taktik kepemimpinan yang cemerlang (bahkan diakui oleh musuh-musuhnya), bolshevisme hanya akan disebut sambil lalu dalam sejarah dunia modern. Jadi ini semua lebih ironis bagi bahwa Trotsky tidak memandang dirinya sendiri sebagai Bolshevik sepanjang periode prareovolusiner Rusia; bahwa selama drama Reovolusi Rusia 1917 ia menyimpulkan bahwa pandangn-pandangn Trotsky tentang reovolusi sosialis; bahwa sejarah Stalinis dan sesudah Stalinis di Uni Soviet telah mengingkari bahwa Trosky tidak lain adalah seorang penghianat terhadap Revolusi Rusia.

Doktrin Trotsky mengenai “revolusi abadi” menandaskan; pertama,revolusi bisa berhasil dan mendukung ambisi sosialisnya hany apabila revolusi itu meluas sampai di luar batas Rusia, akhirnya mengatasi kekuatan kapitalisme Eropa dimana pun berada. Dan sesudah Bolsheviks meraih kekuasaan, Trotsky percaya bahwa berita tentang keberhasilannya akan menjadi katalisator penting dalam usaha menghapus kesadaran palsu para pekerja di negara-negara kapitalsi yang lebih maju. Dengan bantuan Tentara Merah dan kader-kader pribumi yang mengabdi pada revolusi di setiap negara, para pekerja di Polandia, Jerman, Austria, Hungaria, dan Perancis dapat menjadi kekuatan tangguh dalam perubahan revolusioner di dalam kelompok masyarakatnya sendiri.

Kegagalan usaha-usaha revolusioner Komunis di Eropa dalam tahun 1918, dan pada masa sesudah itu bagaimanapun, menyebabkan Trotsky membantah bahwa revolusi proletar internasional hanya tertunda sementara dan bahwa usaha terus-menerus harus diadakan untuk membangkitkan kesadaran revolusioner para pekerja . sementara itu, ia mengulangi pendiriannya bahwa dimensi kedua pada asas-asas revolusi abadi, yaitu”revolusi yang diperpendek”; Di Rusia Bolshevik, dasar-dasar sosialisme dapat diletakkan meski negara sedang menganjurkan pembangunan ekonomi dan peralihan kebudayaan yang di mana pun telah dihasilkan oleh kapitalisme dan usaha dari perusahaan-perusahaan kaum borjuis. Sedangkan kelas pekerja Rusia diperluas dan secara sosial didik melalui industrialisasi yang disponsori oleh negara, produksi pertanian harus dilaksnakan secara kolektif-dengan demikian mempercepat perkembangan semangat sosialis di antara kaum petani. Dengan demikian Trotsky menentang kebijaksanaan Ekonomi baru (NEP) kapitalis semu yang dilaksnakan oleh Lenin tahun 1921 dan diteruskan oleh Stalin sampai 1928. Bagi Trotsky, kegagalan NEP untuk mengkolektifkan petani, dan menganjurkan semangat borjuis diantara pengusaha kecil. Mencerminkan suatu kemunduran dalam perkembangan sosialime di Rusia.

Rovolusi dihianati. Dan tidak ada keraguan lagi dalam benak Trotsky bahwa sosialime di Rusia tidaklah mungkin terwujud selama ia tidak di dukung oleh revolusi kelas di mana pun di Eropa. Juga tidak mungkin terwujud selama kekuatan politik terpusat dalam tangan dirokrasi negara yang berpikiran sempit, sesungguhnya hanya memeperkuat eksploitas kelas pekerja. Karena pandangan-pandangan ini dan karena kegagalannya memenangkan perjuangan antar partai dengam Stalin setelah kematian Lenin pada tahun 1924, Trotsky diasingkan di Uni Soviet pada tahun 1929 dan dibunuh di Meksiko tahun 1840. Sebagai martir ia telah membantu menanamkan keyakinan kepada sekolompok kecil intelektual Trotskyis yang dewasa ini banyak ditemui di banyak negara di seluruh dunia (termasuk mereka yang bernaung di bawah partai Buruh Sosiali Amerika Serikat) dan yang berafilasi; dengan internasional keempat (the Fourth International) yang didirikan oleh Trotsku di kota Meksiko pada tahun 1937 semuanya mengikuti.

Uni Soviet bukan negara sosialis yang sesungguhnya demikian pula sekutu komunisnya dan mereka tetap terikat pada organisasi revolusi proletar di mana pun ada kesempatan untuk memajukan maksud sosialisme dan , akhirnya, komunisme.

STALINISME

Suatu ukuran perbedaan-perbedaan yang kentara antara Trotsky dan Stalin ialah sikap terhadap peran Komunis Internasional (Internasional Ketika) yang seharusnya didirikan di Moskow tahun 1919. Trotsky memandang komntern sebagai alat untuk mengkoordinir kegiatan revolusioner di seluruh dunia-atau ungkapan kelembagaan dari konsep “revolusi abadi.”

Bertentangan dengan kedudukan Trotsky. Joseph Stalin (1879-1953, lahir di Dzuhgashvill) berusaha menempatkan komintern dibawah kepentingan nasional Soviet, dan  tidak menyulut api revolusioner proletar seluruh dunia. Khusunya pada pertengahan tahun 1930-an Stalin mulai menguasai negara dan partai, dan ia melihat bahwa kepentingan nasional Soviet tidak terpenuhi oleh perluasan internasional Revolusi Bolshevik. Maka itu, “Stalinisme” sebagian menggambarkan kecurigaan terhadap petualangan reovolusioner, baik didalam maupun di luar negeri. Akibatnya, partai-partai komunis di Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Amerika Latin, atau dimana saja berada dibawah Moskow manakala berbicara tentang revolusi, meskipun tugas-tugas reovolusi tersisa pada penganut Trotsky dan yang lainnya yang teikat pada kepentingan massa bukannya kepada kepentingan negara Soviet.  Di tangan Stalinm, kepentingan pribadi Soviet menjadi antitesis dari internasionalisme Marx.

Sosialisme di satu negara. Bagi Stalin, sosialime harus dijelaskan dan dibenarkan oleh doktrin “sosialime di satu negara.” Rusia Soviet harus menjadi “benteng sosialisme,” suatu model pembangunan sosalis yang akan mengilhami kaum sosialis di seluruh dinuia. Setelah tahun 1928, Stalin kemudian memperkenalkan prodksi pertanian kolektif di Uni Soviet (mengikuti program Trotsky setelah Trotsky diusir dari partai) dan memprakarsai program pembangunan lima tahun pertama dari suatau rentetan program pembangunan yang dirancang untuk menjadikan Uni Soviet suatu kekuatan industri dan militer. Program-program ini disusun bertepatan dengan likuidasi unsur-unsur oposisi dalam partai dan birokrasi negara oleh stalin (dicirikan oleh Trotsky di kiri, dan Nikolai bukharin di kanan), dan mereka berjanji untuk mempercepat pembangunan ekonomi, meski dengan mengorbankan jutaan jiwa warga Rusia, khusunya petani.

Konstitusi Uni Sovet tahun 1936 menyatakan bahwa “sosialisme” telah diraih bersamaan dengan hapusnya kelas-kelas yang bertentangan dengan kaum proletar. Tetapi bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Marx, Engels dan bahkan Lenin (dalam buku The State and Revolution, yang ditulis pada akhir musim panas 1917), aparatur negara tidak mulai “memburuk” dengan berdirinya sosalisme. “pengepungan kapitalis,” kata Stalin, membahayakan keamanan Uni Soviet dan bertambah ketat tatkala negara telah dan akan terus bertamabah kuat. Sekarang, “Stalinisme” juga dimaksudkan untuk menunjukkan adanya sentralisasi kekuatan politik birokratis yang ekstrim di tangan pemimpin tunggal yang menguasai partai dan negara; ideolodi menjadi dogma yang meniadakan perpecahan, dan “sosialime” lebih merupakan suatu manipulasi definisi daripada mencerminkan keterkaitan obyketif antara masyarakat dan kekuatan-kekuatan produksi.

Anti-Stalinisme

Banyak segi buruk dari sejarh ideologi dan politik komunisme sejak Perang Dunia II adalah akibat langsung dari ketegangan-ketegangan yang diciptakan oleh usaha-usaha ke arah “de-Stalinisme.” Trotsky dan pendukung-pendukungnya adlah yang pertama di antara yang mencela ekses-ekses birokrasi, kekakuan ideologi, dan orientasi Antirevolusioner Stalinisme. Tetapi perluasan kekuatan komunis di Eropa Timur dan Asia setalah Perang Dunia II telah meletakan dasar bagi oembagian-pembagian baru di antara mereka yang tetap setia kepada asas-asas Marxisme-Leninisme. Dan bukannya kebetulah bahwa tantangan yang paling serius terhadap stalinisme mula-mula datang dari Yugoslavia, di mana pendukung-pendukung Tito, yang bekerja melawan penduduk Jerman di Yugoslavia setelah tahun 1941, berhasil merebut kekuasaan tana bantuan tentara Soviet. Di negara-negara komunis Eropa Timur yang lain, kehadiran kekuatan militer Soviet menjamin tunduknya para pemimpin komunis kepada Moskow dan Stalin, sekurangnya sampai kematian Stalin tahun 1953. Namun, kasus Yugoslavia berbeda secara dramatis

TITOISME

Tito melawan Stalin, dari segi yang menguntngkan sesudah perang, Tito percaya bahwa kesempatan untuk mengadakan reovolusi komunis tidak terbatas pada zone operasi Tentara Soviet dan bahwa banyak negara Eropa (termasuk Yunani, Italia, Perancis, dan Belgia) sangat mudah dikalahkan oleh kekuatan komunis pribumi. Sperti telah diperlihatkan oleh Tito dan pendukungnya, kekuasaan dapat diambil alih oleh keunggulan organisasi militer, kepemimpinan politik yang mamp, dan jika perlu perang saudara. (keadaan ini nampaknya tidak menggambarkan “marxisme.”) akan tetapi Tito menyiratkan variasi Trotsky mengenai “revolusi abadi” berhadapan dengan ooposisi konservatifnya Stalin, yang memuat konsolidasi penguasaan Uni Soviet atas Eropa Timur. Tetapi, untuk sementara Stalin tidak dalam kedudukan mengerahkan semua kegiatan komunis luar negeri, khususnya kegiatan Tito.

Komintern secara resmi telah dibubarkan Stalin pada tahun 1943 untuk menjaga kepekaan rasa ideologis dari sekutu-sekutu Rusia semasa perang. Tetapi Tito dan kaum revolusioner lainnya membentuk suatu organisasi komunis internasional baru, dan mendirikan Communist Information Bueau (Cominform= Biro Penerangan Komunis) dalam tahun 1947 yang menggambarkan suatu kemenangan sederhana dalam perjuangan melawan posisi anti revolusioner Stalin. Tito dan penganut ideologi Soviet yang militan Andrei Zhdanov segera menggunakan pertemuan pertama Kominform sebagai gelanggan untuk mengecam keras kebijaksanaan kolaboratoris borjuis dari partai-parrtai komunis Eropa Barat, yang menurut Tito telah gagal mengambil keuntungan dari kesempatan revolusioner mereka.

Petualangan Titois dalam kominform dengan demikian berakhir hampir secara tiba-tiba sebgaimana mulainya. Pada tahun 1948, Stalin memaksakan kekuasaannya: Kominform. Semua partai komunis menumpahkan kemarahnnya pada Tito “ si pembelot” yang dituduh telah bekerja sama dengan Jerman selama perang dan melembagakan negara “fasis” di Yugoslavia Stalin, sebagai yang dilaporkan, berkata, “saya cukup melekukan kelingkingku saja, dan Tito pasti tidak akan ada lagi.”

Isolasi politik, diplomatik, dan ekonomi yang sekonyong-konyong menimpa Yugoslavia memaksa Titio melakukan pergeseran besar dalam kebijaksanaannya, kususnya karena ancaman serbuan militer Soviet terbayang di mata orang Yugoslavia. Di Amerika Serikat, pemerintah Truman memahami bahwa suatu pemisahan dalam jajaran komunis dan suatu Yugoslavia yang bebas dari Moskow menggambarkan kemenangan besar dalam perjuangan bertahap dalam perang dingin. Dan bantuan militer dan ekonomi Amerika Srikat kepada Yugoslavia antara tahun 1949 dan 1955 (yang berjumlah 1,2 milyar dollar) telah memainkan peranan penting dalam menjamin kelangsungan hidup Titoisme. Jadi Titoisme telah menunjukkan kebalikan dari apa yang pada mulanya diwakilinya-petualangan revolusioner.

Revisionisme dan pembaharuan. Titoisme, dan kebujaksanaan luar negeri para pemimpin Yugoslavia setelah kematian Tito dalam tahun 1980, paling baik digambarkan sebagai suatu kebijaksanaan luar negeri tidak memihak yang tidak secara konsisten mendukung kedudukan atau kepentingan negara komunis maupun nonkumunis. Jadi secara logis Uni Soviet bukanlah suatu keharusan untuk model pembangunan sosialis, Yugoslavia mengemukakan bahwa dalam beberapa hal, peralihan dari kapitalisme menjadi sosialime bisa merupakan proses yang penuh kedamaian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga parlementer dan partai-partai kelas pekerja.

Komunisme Yugoslavia menggambarkan suatu gaya pemerintah komunis yang relatif menggunakan kekerasan. Yugoslavia adalah suatu negara federal dengan perencanaan dan fungsi-fungsi admnistrasi lainnya didistribusikan di antara enam negara bagian yang ditetapkan sepanjang garis budaya dan bahsa, terdapat suatu pertukaran gagasan yang relatif bebasm dab warga negara Yugoslavia dan turis asing sangat mudah berpergian melintasi perbatasan yugoslavia. Usaha tani yang dijalankan secara pribadi menguasio sektor pertanian, dan di mana para petani Yugoslavia telah dikolektifkan, adalah hasil dorongan ekonomis bukannya karena ancaman dan paksaan.

Para pekerja memilih wakil-wakilnya dalam “dewan buruh” yang berpartisipasi, dalam berbagai tingkatan pengaruh, dengan mengelola pembuatan keputusan untuk mempengaruhi bekerjanya pabrik-pabrik. Pemerintah lokal atau komune dianjurkan untuk mempergunakan wewenang utama dalam pengaturan masalah-masalah lokal. Peradilan umum menikmati tingkat kebebasan yang berarti dari lembaga-lembaga negaa lainnya. Negara sendiri, berlawanan dengan pandangan Stalin dalam hal ini, diperkirakan mulai memburuk, meski partai komunis akan tetap menjadi pedoman umum untuk pilihan kebijaksanaan tetapi lebih  melalui pendidikan daripada melalui komando. Dan ideologi bangsa Yugoslavia mengakui bahwa meskipun berada di bawah sosialime, antagonismedan konflik bisa timbul di antara para pekerja, manajemen, dan negara. Negara sendirinya ada keprihatinan yang tulus untuk mengurangi dan menghilangkan ekses birokrasi.

 

Khususnya, mengingat eksperimen dengan pengikutsertaan para pekerja dalam manajemen pabrik, komunisme Yugoslavia mencerminkan suatu pendekatan yang relatif manusiawi terhadap organisasi industri yang mendekati semangat asli Marxisme. Dan dalam dunia ini Yugoslavia merupakan suatu laboratorium politik, sosial dan ekonomi yang sangat penting untuk menguji pemecahan alternatif atas masalah yang melampaui batas-batas ideologi dan nasional-pengwasan birkratis pada kehidupan penduduk.

KOMUNISME CINA

Tanpa Lenin, dan jelasnya tanpa Lenin dan Trotsky, tidak akan ada revolusi komunis di Rusia. Tanpa Hitler dan agresi Jerman di Eropa Timur dalam Perang Dunia II, tidak akan ada kesempatan bagi partai-partai komunis yang kecil Eropa Timur untuk memperoleh kekuasaan (mengikuti Tentara Uni Soviet memasuki Berlin). Di Cina, komunisme akhirnya mungkin bisa mendapatkan kekuasaan tanpa kepemimpinan Mao. Tetapi kekusaan dan visi Mao telah membuat komunisme Cina sangan unik-unik dalam sejarah dunia dan unik dalam sejarah komunisme. Lenin, Trotsky, hitler, dan Mao. Merekalah aktor-aktor unggul dalam pentas dunia (dan sangat berbeda dari para penggubah sandiwara yang duduk disamping panggung Marx, Darwin, dan Freud). Bahwa begitu banyak peristiwa dalam sejarah komunisme harus tergantung pada kualitas dan kepribadian beberapa orang saja adalah suatu ulasan lain tentang seberapa jauh komunisme masa kini telah menyimpang dari kekuatan-kekuatan impersonal dialtika penganut Marx. Menjelang komunisme di Asia, yang dimulai dengan Cina di tahun 1949, juga menegaskan kecurigaan kita tentang kualtis “Marxis” pada komunisme abad kedua puluh (lihat tabel 7.4) yang mempunyai

Tabel 7.4

Partai partai komunis yang berkuasa

  Tahun memperoleh kekuasaan % keanggotaan dari jumlah penduduk* % tenaga kerja pertanian* Pemimpin partai (1982)
Uni Soviet

Mongolia

Albania

Bulgaria

Rumania

Jerman Timur

Hungaria

Polandia

Yugoslavia

Cekoslowakia

Korea Utara

Cina

Vietnam (utara)

(Selatan)

Kuba

Laos

Kampuchea

(kamboja)

Afghanistan

 

1917

1921

1944

1944

1944

1945

1945

1945

1945

1948

1948

1949

1954

1975

1959

1975

1975

 

1978

6,5

3,9

3,7

9,2

13,4

12,4

7,6

8,4

8,9

9,8

10,1

3,7

 

2,8

4,4

0,4

n.a

 

0,3

23

52

61

24

39

11

23

28

45

14

50

63

 

80

34

76

n.a

 

80

Yuri Andropov

Y. Tsedenbal

Enver Hoxha

Todor Zhivkov

NicolawCeausescu

Erich Hoecker

Janos Kadar

W. Jaruzelski

H.E.C Mijatovic

Gustav Husak

Kim II-song

Deng Xiaoping

 

Le Duan

Fidel Castro

K. Phomvihan

Heng Samrin

 

Barak Karmal

Peranan yang genting dalam mempersiapkan jalan menuju kekuasaan bagi para partai-partai komunis Asia. Tetapi di Asia, masalah-masalah yang ditimbulkan oleh imperialisme Eropa dan Jepang, dan oleh sejumlah besar petani yang hidup dlam keadaan miskin dan haus atas tanahm membuat komunisme di Asia sangat berbeda dari komunisme.

REVOLUSI CINA

Sesudah Revolusi  Bolshevik di Rusia, dan dengan didirikannya Komintern, Partai Komunis Cina (PKC) diorganisasi pada tahun 1921 oleh para prufesor di Universitas Peking. Kelompok kecil intelektual yang mengarahkan PKC untuk menjadi partai yang berorientasi Leninis; anjuran ideologisnya dan usaha-usaha yang terorganisasi diarahkan kepada anggota proletar Cina, suatu kelas sosial yang relatif kecil dalam masyarakat dimana 80 persen penduduknya adalah petani, dan PKC dianggap sebagai pelopor revolusioner yang diperlukan untuk merebut kekuasaan dan untuk membangun sosialisme. Antara tahun 1923 dan 1927, sesuai dengan petunjuk komitmen di Moskow dan agennya di Cina, PKC bersekutu dengan Kuomintang, atau Nasionalis Cina, yang memprakarsai revolusi republik Cina tahun 1911. Tumbuhnya kekuatan politik dan militer kaum Nasionalis, yang sesudah tahun 1925 pemimpinnya ialah Chiang Kai-Shek menyebabkan pembubaran persekutuannya dengan PKC dan Chiang melikuidasi banyak kader komunis. Dalam tahun 1927 PKC kehilangan pegangan utamanya di Shanghai. Posisi paetai di daerah perkotaan Cina dan diantara para pekerja Cia kelihatannya sia-sia, dan dalam konteks inilah Mao Zedong merebut kepemimpinan PKC dan memberikan kepada partai suatu orientasi yang hampir semata-mata agraris. Dalam persoalan ini sukar menyimpulkan bahwa komunisme Cina addalah beraliran Lenin ataupun Marx.

Strategi Mao ialah membentuk tentara petani dan menjamin wilayah yang ‘’telah dibebaskan’’ di pedalaman Cina di mana PKC bisa menambah seruannya kepada kaum tani melalui pembaharuan pertanian. Terutama di utara provinsi Shensi, daerah Mao dan para pengikutnya mengakhiri epos ‘’long-march’’-nya dalam tahun 1934-1935, PKC menjalankan program redistribusi tanah (untuk memberi keuntungan bagi para petani miskin), membatasi ekploitasi petani oleh tuan-tanah dan rentenir, melembagakan pajak progresif dam program kesejahteraan, membangun pabrik-pabrik, dan memperkuat organisasi politik dan militer komunis. Perang saudara dengan tentara Nasionalis berlangsung terus, tetapi perluasan wilayah pendudukan militer Jepang di Cina sesudah tahun 1935-lah yang meletakkan landasan utama untuk kemenangan akhir komunisme Cina. Komunis ternyata lebih efektif daripada kaum Nasionalis dalam melawan Jepang, dan kekalahan Jepang pada akhir Perang Dunia II membuka jalan untuk memajukan Tentara Merah, yang akhirnya memaksa kaum Nasionalis melarikan diri dari daratan Cina ke pulau Taiwan pada tahun 1949. Juga sukar untuk menyatakan bahwa kemenangan komunis di Cina mengikuti skenario revolusi sosialnya Mark atau Lenin.

Membangun Komunisme di Cina

Rezim komunis Cina yang berjuang terus-menerus membangun industrialisasi dasar.Akan diingat bahwa bagi Marx’’sosialisme’’ hanya dimungkinkan setelah peralihan bentuk sosial dan budaya dilakukan oleh kapitalisme yang matang dan, selanjutnya, oleh kediktatoran proletariat Bagi      Komunis Cina, di lain pihak, ’’komunisme’’ seharusnya dipertegas secara luas, dan uji cobanya yang terakhir ialah dalam komunalisasi proses produksi dan menghilangkan perangsang pribadi dalam menggerakkan buruh.

Dalam ‘’Loncatan Besar ke Depan’’ tahun 1958, PKC berusaha memenangkan perlombaan dengan Soviet menuju komunisme murni dengan cara mengkomuniskan pertanian, yang menghapuskan segala macam pemilikan pribadi (beberapa masih tetap dalam sistem usaha tani kolektif di Soviet) dan mengorganisir semua pekerja menjadi brigade produksi, agaknya diilhami oleh barang-barang kolektif dari seluruh masyarakat. Kesukaran mencapai harapan-harapan muluk ini, sebagian disebabkan oleh bencana alam dan­-tak dapat disangkal-perencanaan yang terlalu optimistis, menjadikan keuntungan para elit PKC yang menganjurkan percepatan pembangunan ekonomi yang lebih lamban dan lebih banyak perangsang bagi individu-individu produsen.Tetapi lebih banyak perangsang berarti perbedaan imbalan yang lebih besar, dan pada pertengahan tahun 1960-an Mao dihadapkan dengan melemahnya kekuasaan yang atas partai dan dengan perkembangan struktur sosial masyarakat Cina yang dalam ketimpangan statusnya yang sedang tumbuh, mulai sejajar dengan Uni Soviet.

Revolusi Kebudayaan Cina, “Revolusi Besar Kebudayaan Protelat” dari tahun 1966 sampai 1969 ( dan kadang – kadang gemanya sampai tahun 1970-an ) dengan demikian merupakan usaha besar dengan dua arah : pertama, menegakkan kembali wewenang politik Mao dan dominasi para pendukungnya yang paling bersemangat dengan menghilangkan pengaruh partai – partai itu sendiri harus dibangun kembali sejalan dengan petunjuk Pengawal Merah yang berjiwa muda dan militan, dan khususnya, Tentara Merah Cina –dan, kedua, menanamkan dalam kesadaran kolektif warga negara Cina tentang perlunya persamaan sosial yang menyeluruh bersamaan dengan semangat sosialis tentang semua untuk satu dan satu untuk semua.

Sejalan dengan semangat ini ialah pekerjaan berkala dalam komune-komune dan pabrik-pabrik yang diberikan secara bergiliran kepada mahasiswa, pekerja kantor, birokrat partai dan lapisan istimewa lain dalam masyarakat Cina.Keterampilan tekhnologi dialihkan secara alamiah ; yaitu, suatu brigade pertanian dalam komune petani akan memilh wakil yang telah menerima pendidikan lanjutan tentang teknik produksi pertanian yang mutakhir, dan ia kembali ke komune untuk mendidik petani lainnya dalam penggunaan teknologi baru.Dalam proses tersebut, perbedaan status dan pangkat diperkirakan akan hilang atau paling tidak akan berkurang.Bahkan dalam Tentara Merah besar akan dapat melaksanakan industrialisasi dan modernisasi ekonomi tanpa perbedaan imbalan, hak istimewa, dan status yang menjadi ciri semua masyarakat yang mengalami perubahan sosial -ekonomi  – termasuk Uni Soviet.

 Akibat Revolusi Kebudayaan

Malahan sebelum kematian Mao tahun 1976 dan pengusiran “Kelompok Empat” ( the Gang of Four ) yang berusaha meneruskan kebijaksanaan Mao yang radikal, dan khususnya pada permulaan tahun 1980-an , jelaslah bahwa percoban sosial besar yang disimbolkan oleh Maoisme telah gagal.Ternyata tidak mungkin untuk memodernisasi ekonomi Cina tanpa menerima pola – pola tradisional wewenang dan ketidaksamaan status yang menandai hubungan antara elit dan massa, direktur dan manajer, manajer dan pekerja, guru dan  murid, jenderal dan prajurit, dan – pada umumnya – antara mereka  yang menghasilkan banyak dan yang menghasilkan sedikit . Meningginya tingkat produktifitas ekonomi Cina berarti menyediakan lebih banyak rangsangan kepada buruh, baik buruh perindustrian maupun buruh pertanian. Bertambahnya rangsangan berarti bertambh besar pertumbuhan imbalan. Dan semakin besar imbalan berarti semakin besar ketidaksamaan.

Karena keinginan yang kuat untuk memodernisasi ekonomi Cina di tahun 2000, kepemimpinan setelah Mao juga menolak asas-asas besar Mao lainnya – pemenuhan kebutuhan sendiri. Semakin banyak mahasiswa Cina yang mendapat pendidikan di luar negeri sekarang ini, belajar teknologi dan teknik manajerial yang penting bagi perencanaan efektif dan pertumbuhan ekonomi, teknik-teknik yang diremehkan Mao yang mengutamakan “kepintaran spontan” yang tidak bersekolahtetapi massa dimobilisasi. Peralatan baru bagi pabrik-pabrik dan teknologi sekarang diimpor dari Barat, bersama-sama dengan penanaman modal, pinjaman lunak pemerintah, pengetahuan, keterampilan, dan disiplin berproduksi yang menjadi ciri industrialisasi di setiap tempat.

Tentunya, perubahan yang disebabkan oleh janji untuk modernisasi cepat ini memerlukan juga perubahan besar dalam politik (pasti Marx senang menunjukan). Rangsangan ekonomi yang ditingkatkan meminta beberapa patokan bagi liberalisasi sosial dan politik. Dengan demikian Kongres PKC tahun 1978 telah menerima konstitusi baru yang memperluas batas hak-hak sipil bagi penduduk Cina. Arus komunikasi antara eli dan massa tidak lagi searah (dari atas ke bawah). Perubahan ini sebaliknya menuntut pula perubahan dalam komposisi elit yang memerintah. Ribuan anggota partai dan pegawai negeri yang dikenali dengan radikalisme Maois dilepas dari kedudukan yang bertanggung jawab. Dan Mao sendiri, sekalipun “juru-mudi Besar” kapal negara Cina yang tak pernah salah, dicela karena kebijaksanaannya yang sesat dan ketidaktahuannya . radikalisme Maois, usaha yang beranni untuk memodrernisasi tanpa merangsang ketidaksamaan sosial, adalah suatu babak lain dalam sejarah dunia yang erat dengan perekayasaan utopis. Sebelum Mao, hal itu belum pernah dicoba secara besar-besaran dalam usaha manusia dan organisasi sosial. Setelah kekalahan Maoisme, semua yang berbau Maoisme tidak akan pernah dicoba lagi.

Pelajaran tersebut jelas sekali. Tidak mudah membangun masyarakat komunis, sebagaimana dikonsepsi oleh Marx, dalam dunia di mana negara-negara bangsa saling bersaing, suatu masyarakat komunis yang terbentuk hanya namanya saja komunis. Juga tidak mudah untuk membangun komunisme dalam dunia di mana, sesungguhnya, ada banyak macam komunis sebanyak adanya negara komunis dengan latarbelakang kebudayaan yang berbeda, pada taraf pembangunan ekonomi, politik, dan sosial yang berbeda dan dengan pandangan yang berbeda mengenai apa yang mencerminkan kepentingan kemanusiaan yang terbaik, baik di dalam maupun di luar negeri. Dan bila ada banyak macam komunisme sebanyak negara yang mengibarkan bendera komunis, jelaslah bahwa semuanya tidak dapat mengatakan secara absah bahwa ia adalah pengikut Marx yang ortodoks. Barangkali tidak satu pun di antara mereka yang bisa menyatakan itu. Dan kesimpulan ini rupanya berlaku pula dengan secara khusus bagi Kuba.

CASTROISME

Ayah Fidel Castro adalah seorang pengusaha perkebunan yang kaya dan wakil kelas atas dalam dewan propinsi Kuba. Latar belakang yang menguntungkan ini, ditambah pula dengan bakat intelektualnya sendiri, pandai berpidato, dan bakat kepemimpinan, memungkinkan Castro (lahir tahun 1926) Lulus dari Unicersitas Havana sebagai pengacara dan menjadi seseorang pemimpin kaum liberal Kuba yang menentang kediktatoran Fulgencio Batista. Batista telah mengambil kekuasaan di Kuba tepat sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan pada tahun 1952, dan rezimnya yang otoriter dan korup menikmati dukungan besar dari pemerintah Amerika Serikat. Kepentingan bisnis di Amerika Serikat terlibat sangat dalam pada ekonomi Kuba dan dalam politik Kuba sejak tahun 1898 dan perang Spanyol-Amerika, ketika Kuba memenangkan kemerdekaan dari spanyol hanya menemukan dirinya secara ekonomi dan secara plitik dibawahkan oleh negeri yang berjarak 90 mil sebelah utaranya.

Revolusi Kuba

Castro akhirnya yakin bahwa pemerintah Batista tidak dapat diperbaharui oleh metode-metode konstitusional dan tanpa kekerasan, dan oleh karena itu ia memutuskan untuk bbertindak revolusioner. Pada 26 juli 1953 ia memimpin serangan dan mengorganisir Gerakan 26 Juli, yang menerima dukungan dari kaum terkemuka Kuba dalam pengasingan yang juga memusuhi rezim Batista. Castro menyatakan maksudnya untuk meningkatkan revolusi rakyat melawan rezim Batista yang akan mengembalikan Kuba ke pemerintahan yang demokratis dan konstutisional, dengan itu memperbaiki kebebasan sipil yang mendasar bagi rakyat Kuba dan memperbaiki kesempatan ekonomi bagi kaum pengusaha yang dikecewakan dikecewakan oleh keadaan yang umumnya tidak tidak efisien dan penuh korupsi politik. Dan sebelum keruntuhan pemerintahan Batista Januari 1959, Castro menerima ddukungan luas dari banyak kelompok pengusaha dan profesional Kuba dan simpati dari seluruh kelas ekonomi dan sosial.

Tetapi strategi Castro yang sebenarnya untuk mengalahkan keadaan. Pemberontakan kota yang direncanakan bersamaan waktunya dengan pendaratan Castro dan delapan puluh orang di provinsi Oriente pada tahun 1956 gagal dilancarkan. Dari kelompok pendarat hanya dua belas orang yang berhasil lolos dari pertempuran pertama dengan tentara Batista – di antaranya  Fidel dan Raul Castro, dan Che Guevara, seorang dokter kelahiran Argentina. Sekelompok kecil intelektual dan revolusioner yang berorientasi perkotaan ini mencari perlindungan di pegunungan Sierra Maestra, dan lebih karena kebutuhan daripada perencanaan, mereka mulai mencari dukungan petani lokal – khususnya petani ‘’penghuni liar’’ yang tidak mempunyai pemilikan yang sah atas tanah yang mereka kerjakan.

Seperti Mao sebelumnya, Castro dengan demikian dipaksa oleh kekalahan permulaan untuk merenungkan lagi strategi revolusinya, dan menghasilkan rencana pembaharuan pertanian disertai dengan taktik perang gerilya. Ketidakmampun Batista membasmi gerilya telah mempertinggi daya tarik mereka, dan kekecewaan ini telah menjadi salah satu sebab Batista melancarkan kampanye teror tnpa pandang – bulu terhadap semua penduduk Kuba dalam tahun 1958. Jumlahpendukung Batista, termasuk militer, menurun dengan cepat selama teror berlangsung dan tatkala gerilyawan berhasil maju  dengan tentaranya ke arah Havana. Tetapi jumlah tentara gerilya Castro tidak pernah lebih dari 2.000 orang, dan masuknya Castro ke Havana dengan kemenangan dalam bulan Januari 1959 lebih merupakan kelemahan Batista sendiri yang telah menumpuk daripada kemampuan gerilya militer.

Castorisme di Kuba

Setalah memperoleh kekuasaan, pemerintah Castro memenjarakan dan mengeksekusi mereka yang dianggap dekat dengan rezim Batista, memulai kolektivisasi pertanian Kuba, dan menasionalisasi semua usaha industri milik domestik dan pemerintah telah mantap di tempatnya, dan rupanya mendapat dukungan mayorita besar rakyat Kuba yang tidak beremigrasi ke luar negeri. Tetapi tindakan-tindakan tahap awal rezim Castro mempertajam permusuhan Amerika Serikat terhadap revolusi Castro, dan permusuhan itu didramatisir dalam tahun 1960 ketika pemerintahan Eisenhower membatalkan kuota gula dari Kuba.

Tepat seperti ancaman Uni Soviet memaksakan perunahan besar kebijaksanaan dalam negeri dan luar negeri Yugoslavia sesudah tahun 1948, pemerintahan revolusioner dan sikap permusuhan Amerika Serikat terpakssa mendefinisikan kembali “Castroisme”. Supaya dapat menjamin kerja sama administratif , miliiter, dan struktur serikat buruh masyarakat Kuba dengan program-program revolusionernya, Castro menarik keuntungan dari para anggota partai komunis Kuba yang berdisiplin dan penuh dedikasi kepada ideologi. Komunis Kuba menyatakan dukungannya kepada Castro hanya setelah Gerakan 26 Juli kelihatannya akan membawa kemenangan. Tetapi dengan menggulingkan kepemimpinan tertinggi partai komuni, Castro mengambil alih kekuasaan atas partai komunis, yang memasukkan orang-orangnya yang militan ke pusat-pusat yang kritis pada pemerintahan dan masyarakat Kuba. Dan, dengan maksud menunjukkan kepada revolusi yang dihormati sepanjang masa, Uni Soviet membuktikan kemauannya untuk mensubsidi ekonomi Kuba yang sedang payah. Maka dalam bulan desember 1961, setelah kegagalan penyerbuan ke Teluk Babi (April 1961) yang didukung Amerika Serikat, Castro menyatakan diri seorang Marxis-Leninis. Seperti perubahan-perubahan strategi Castro yang terdahulu,bagaimanapun, pernyataan ini rupanya  lebih merupakan suatu fungsi dari kejadian-kejadian dan  keadaan-keadaan yang tidak di duga dari daripada keyakinan ideologi sebelumnya. Dan memang tidak jelas apakah revolusi Castro dapat di anggap memenuhi syarat sebagai Marxis atau Leinnis.

Castroisme di Amerika Latin

Bahwa Castrisme mencerminkan suatu gejala ideologi revolusioner yang akhirnya muncul sebagai revolusi Kuba, khususnya seperti dijelaskan oleh Che Guevara dan Regis Debray – tokoh terakhir ini adalah seorang tokoh intelektual Perancis yang menjadi orang kepercayaan Castro dan teman dekatnya. Uni Soviet yang tetadp terikat pada perluasan pengaruh diplomatik ekonomi dari pengalaman revolusioner, menjadi sangat malu dan mengalami kesulitan karena Castroisme menjadi terkenal sebagai revolusi seluruh Amerika Latin yang berbasiskan petani.

Asumsi utamanya ialah bahwa pemiskinan jutaan petani Amerika Latin siap untuk mengadakan pemberontakkan dan bahwa alat utama revolusi petani adalah kehadiran gerilyawan bersenjata (atau gerilya foco). Dan yang akhirnya menentukan keberhasilan revolusi adalah keadaan di dalam pedesaan (karena ditentukan oleh militer) bukannya keadaan di kota.

Akan tetapi, sebagai suatu program revolusi di Amerika Latin, Castroisme ternyata merupakan bacaan dangkal dari kerumitan revolusi Kuba itu sendiri, dan ia dengan sesungguhnya menaksiir terlalu tinggi potensi revolusioner gerilyawan Castro dan kaum tani Amerika Latin lainnya. Ia juga meremehkan keefektivan  teknik-teknik kontra pengacauan yang dikembangkan di Amerika Latin (dengan bantuan peralatan dan latihan militer dari Amerika Serikat).

Masalah-masalah ini secara dramatis digaris bawahi oleh kesukaran-kesukaran ekstrim yang berakir dengan kekalahan Guevara dan pengikutnya di Bolivia antara tahun 1966 dan 1968. Guevara ditangkap dan dibunuh di Bolivia dan, sesudah itu, keterlibatan langsung Kuba dalam politik Amerika latin menurun. Penurunan rezim  Somozzi yang korup dan sewenang-wenang di Nicaragua tahun 1979 pada umumnya adalah hasil kekuatan revolusioner yang bekerja di Nicaaragua itu sendiri, bukannya petualangan Castro.

Meskipun demikian, perananan penahat militer dan angkatan bersenjata Kuba di berbagai negara Afrika (khususnya Angola dari tahun 1975 sampai 1978), dan letak geografis Kuba sebagai daerah penyangga untuk mengekspor peralatan dan personil militer di Karibia (termasuk El Savador pada tahun 1980-an), tetap menghidupkan identitas Castroisme dengan revolusi komunis di lur negeri. Simpati ideologis Castro atas pemberontakkan gerilya yang trsedia bagi rakyat dunia yang miskin, bagaimanapun, dalam hal ini mungkin telah kehilangan kontrolnya daripada kepentingan ketergantungan Kuba atas bantuan ekonomi dan politik pada Uni Soviet. Dengan demikian tentara sewaan Kuba telah memainkan peranan sebagai waki dalam kekuatan besar Soviet – cara yang relatif murah bagi Kuba untuk membayar utang ekonomi dan politiknya kepada Uni Soviet. Pola politik internasional yang kompleks ini pun tidak mencerminkan pengertian Marx tentang bagaimana seharusnya umat manusia membebaskan diri dari kemiskinan, ekploitasi, dan penindasan.

KOMUNISME SEBAGAI CITA-CITA

Namun, sejarah penuh dengan contoh-contoh tujuan luhur yang dicapai melalui cara yang buruk oleh sarana-sarana yang tidak cocok atau korup. Dalam politik, terutama politik revolusioner, tidak satupun yang tidak berdosa. Tetapi sekiranya benar bahwa sekalipun prestasi manusia yang menonjol pasti tidak memenuhi cita-citanya, maka adalah benar juga bahwa, tanpa cita-cita tidak satu pun keunggulan dapat diraih.

Dan sebagian karena penegrtian itu sendiri yang paling meragukan, “Marxisme” dan “komunisme” kiranya akan tetap menjadi inspirasi bagi mereka yang revolusioner dan para pembaharu yang berusaha membangun apa yang dimaksud oleh rasul-rasul dalam injil sebagai Zaman Keemasan pada masa yang lampau dan sebagai suatu janji pembebasan dari mesianis di masa depan.

ISTILAH DAN KONSEP POKOK

                DETERMINISME konsep pola-pola umum dari apa yang kita lakukan dan pikirkan ditentukan, atau dibentuk, oleh kekuatan dan lingkungan di luar kontrol kita (dan,secara khusus, bahkan di luar kesadaran mengenai keberadaannya).

NILAI LEBIH menurut Marx, perbedaan antimatik antara (1) pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh pekerja, dan (2) apa yang dalam kenyataan upah yang mereka terima dari kapitalis. Perbedaan ini dihitung begitu saja dari golongan pekerja oleh kapitalis. Jadi, “nilai lebih” adalah ukuran empiris dari eksploitasi ekonomi pekerja.

ALIENASI “pemisahan”, “pengasingan”. Bagi Marx, alienasi dapat didefinisikan baik secara sempit maupun luas. Secara sempit “alienasi” mengacu kepada konsekuensi psikologis dari nilai lebih ; pekerja dipisahkan dari bagian penting nilai yang dihasilkannya,dan kemudian digunakan untuk mengeksploitasi dan menekan pekerja, mencegahnya untuk sepenuhnya puas yang berasal dari kontrol hasil total energi kreatifnya. Secara luas didefinisikan, “alienasi” adalah sifat yang melekat pada kondisi manusia sebelum tingkat komunisme: kebutuhan fisik kita memaksa kita tergantung secara ekonomis yang berlawanan dengan kehendak kita akan kebebasan dan otonomi.

REVOLUSI KEBUDAYAAN suatu revolusi (sebagaimana dikonsepsikan oleh Marx dan Mao) yang kita gunakan untuk mendefinisikan kepentingan pribadi borjuis secara ekslusif yang mengacu kepada individu dan diukur berdasarkan pemilikan materi. Tidak adanya eksploitasi di bawah sosialisme dan khususnya komunisme, mempengaruhi individu dalam mengidentifikasi kepentingan pribadi dalam pengertian kemanusiaan masyarakat secara keseluruhan. Jadi, setiap individu mampu mendefisnisikan nilai perorangan sesuai dengan pencapaian kreatif dan intelektual, bukan pemilikan materinya.

 

Sistem Komunikasi Indonesia

Posted: September 18, 2011 in Uncategorized

Redi Panuju (1997), mengisyaratkan untuk mempelajari sistem komunikasi Indonesia haruslah membahas dua hal. Yaitu: Pertama, Sistem komunikasi Indonesia mempunyai makana pola-pola komunikasi yang secara idealistic dan normative diaharapkan ada dan terjadi di Indonesia. Bahasan mengacu pada nilai-nilai, norma-norma, dan hukum yang merumuskan bagaimana seharusnya komunikasi dijalankan atau terjadi. Kedua, sistem komunikasi Indonesia mempunyai makna deskriptif dari gejala komunikasi yang aktual, sedang terjadi di Indonesia. Bahasan mengacu kepada fakta-fakta empiris yang secara objektif benar-benar ada atau terjadi.

A. Nilai-Nilai dan Norma Sosial
Segala hal yang dianggap bernilai tinggi bagi kehidupan individu sebagai anggota masyarakat disebut nilai hidup. Nilai hidup merupakan pedoman tertinggi bagi pikiran, perasaan, sikap dan tingkah laku di dalam masyarakat. Soekandar Wiriatmaja mengemukakan, bahwa nilai hidup diartikan sebagai suatu kesanggupan (kapasitas) suatu barang, gagasan maupun isi pengalaman yang dapat memenuhi keinginan manusia dan dijadikan pegangan hidupnya.
Bisa juga terjadi bahwa nilai hidup itu serupa bagi suatu kelompok manusia, karena mereka telah mengalami proses sosialisasi yang sama dalam kebudayaan yang sama. Jadi ada nilai hidup perorangan, nilai hidup suatu kelompok dan nilai hidup suatu masyarakat. Nilai hidup tersebut tidak tampak, tetapi tercermin pada tingkah laku seseorang dan memberikan arah dan bentuk kepada tingkah laku orang tersebut.

Jalan pikiran individu dan perasaannya, telah ada sejak kanak-kanak diresapi nilai-nilai hidup. Isinya telah berurat akar di dalam batin atau hati nurani individu sedemikian rupa, sehingga yang bersangkutan memahami mana yang baik dan mana yang buruk, yang cocok dan yang tidak cocok yang diperkenankan untuk dilakukan dan yang dilarang dan lain sebagainya. Oleh karena telah berurat akar, atau telah meresap sangat dalam, nilai hidup sangat lambat atau sulit berubah. Isi dari nilai hidup tersebut biasanya antara lain mencakup :
a. Nilai kepercayaan. Umpamanya, kepercayaan kepada hal-hal yang gaib (seperti makhluk halus, dewa-dewi, hal-hal yang keramat dan bertuah dan lain-lain) dan keagamaan (religi).

b. Nilai pandangan (falsafah) hidup. Umpamanya, bagaimana pandangan dalam berinteraksi dengan alam (apakah harus tunduk, menyelaraskan diri atau harus menaklukkan alam), pandangan terhadap waktu (apakah berpedoman pada waktu lampau, waktu sekarang atau waktu yang akan datang), hakikat kerja (bekerja untuk apa selama hidup ini), dan sebagainya.

c. Nilai pergaulan hidup. Umpamanya, sopan santun (tata krama), budi pekerti, tolong menolong dan lain-lain.

Batasan-batasan yang tumbuh dalam masyarakat untuk mengatur tertib tingkah laku hubungan atau interaksi dinamakan norma sosial. Bentuknya dapat tertulis maupun tidak tertulis. Menurut Bouman (1976) norma sosial diartikan sebagai suatu peraturan umum mengenai kelakuan atau perbuatan yang didasari oleh pertimbangan-pertimbangan kesusilaan, kebiasaan atau paham yang sehat. Karl Manheim mengemukakan norma sosial sebagai lampu pengatur lalu lintas yang mengatur dan menghindarkan kekacaubalauan.
Agar anggota masyarakat menaati segala norma yang ada dalam masyarakat bersangkutan, maka dibuatlah sanksi-sanksi. Bentuk sanksi tersebut dapat berupa penghargaan dan dapat juga berupa hukuman masyarakat yang disebut juga sanksi sosial. Penghargaan masyarakat diberikan kepada anggotanya yang selalu menaati norma sosial. Misalnya dalam bentuk pujian “dia orang yang taat atau disiplin” dan sebagainya, walaupun yang bersangkutan mungkin tidak mengharapkannya.

Norma sosial sangat penting bagi keutuhan masyarakat. Sebab dengan norma sosial semua anggota masyarakat dapat mengatur cara hidupnya secara harmonis dan tidak bertentangan satu sama lain. Sehubungan dengan kekuatan norma beserta sanksinya, dikenal adanya empat klasifikasi sebagai berikut:

1. Cara (usage), menunjukkan pada suatu bentuk perbuatan daya pengikat norma ini sangat lemah, bahkan tidak mengikat sama sekali. Norma ini lebih menonjol di dalam hubungan antara individu dalam masyarakat.

2. Kebiasaan (folksways), diartikan sebagai suatu perbuatan yang diulang dalam bentuk yang sama, merupakan suatu bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Kekuatan mengikatnya lebih besar daripada norma cara.

3. Tata kelakuan (mores), daya pengikat norma ini lebih kuat jika dibandingkan dengan norma kebiasaan. Dengan demikian sanksi bagi tata kelakuan juga lebih kuat mengikat anggota masyarakat. Suatu kebiasaan yang tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku, akan tetapi juga diterima sebagai norma pengatur, dinamakan tata kelakuan. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas, secara sadar maupun tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggotanya. Tata kelakuan itu satu pihak memaksakan suatu perbuatan dan di lain pihak melarangnya. Dengan begitu, secara langsung anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut.

4. Adat istiadat (customs), diartikan sebagai suatu tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perikelakuan masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat, akan menderita sanksi yang keras.
Masyarakat Indonesia, seperti yang disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (dalam kuliah umum Jurusan Komunikasi Universitas Nasional, 9 maret 2005) , terdiri dari masyarakat agraris, industri, dan informasi. Hal ini dapat dimaknai bahwa di masyarakat Indonesia terdapat beragam nilai-nilai. Masyarakat agraris yang berada pada wilayah pedesaan tentu saja masih menganut nilai-nilai tradisional, misal nilai kolektivis. Pada masyarakat industri dan informasi nilai-nilai tradisional sudah mulai menipis akibat dari proses akulturasi antara budaya tradisional dengan budaya modern (budaya masyarakat industri, dan informasi), berganti dengan nilai individualistik (kesetaraan).

B. Hubungan antara nilai-nilai dan komunikasi.
Dalam hubungan dengan komunikasi, nilai-nilai (juga norma-norma sosial) mempunyai hubungan yang sangat signifikan. Eillers (1995) merumuskannya sebagai berikut:
1. Nilai-nilai disampaikan secara implisit dan eksplisit melalui tingkah laku simbolis. Kebanyakan dari tingkah laku manusia melambangkan dan merupakan ekpresi nilai-nilai yang kita terima dari belajar atau proses pembudayaan. Tingkah laku itu terutama diungkapkan melalui komunikasi nonverbal dan juga komunikasi verbal.
2. Cara berkomunikasi dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut. Bagaimana memutuskan alat yang digunakan, cara menggunakan, menyandi pesan dipengaruhi oleh nilai-nilai. Anita Taylor (dalam Jallaluddin Rakhmat, 1994) menemukan bahwa nilai-nilai mempengaruhi komunikasi dalam hal: terpaan selektif (selective exposure); persepsi selektif (selective perception); ingatan selektif (selective attention); dan penyandian selektif (selective encoding).

C. Hukum dalam Sistem Komunikasi Indonesia
Sistem komunikasi Indonesia mempunyai dasar hukum. Secara tersirat terdapat dalam mukadimah UUD 1945 khususnya pada alinea ke empat. Secara tersurat terdapat pada pasal 28F yang berbunyi:
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Selain diatur dalam hukum dasar negara Indonesia, peraturan dalam berkomunikasi dapat mengacu pada: Undang-undang 32 tahun 2002; Undang-undang 40 tahun 1999; Undang-undang 36 tahun 1999; Undang-undang 8 tahun 1992; KUHP (terdapat beberapa pasal yang mengatur tentang komunikasi) dan sebagainya.

D. Fungsi Sistem Komunikasi Indonesia
Sistem komunikasi haruslah mampu menjalankan fungsi dari pada komunikasi. Lasswell (dalam Nurudin, 2004), menyatakan bahwa fungsi dari komunikasi adalah :
a.    Pengawasan lingkungan
b.    Menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya
c.    Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi berikutnya.

Dalam UU 40 tahun 1999 pada pasal 3 dijelaskan tentang fungsi dari sub sistem komunikasi Indonesia ini adalah:
1. Pers Nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
2. Di samping fungsi-fungsi tersebut ayat (1), pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.

Sedangkan peranan dari subsistem komunikasi Indonesia ini adalah sebagai berikut:
a.    memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
b.    menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta meghormati kebhinekaan;
c.    mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar;
d.    melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
e.    memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

E. Diskripsi Sistem Komunikasi Indonesia
Nurudin (2004), mendeskripsikan sistek komunikasi Indonesia sebagai berikut:
1. Jika ditinjau dari masyarakat yang mendiami suatu wilayah, terdapat sistem komunikasi pedesaan dengan budaya tradisionalnya, dan sistem kounikasi perkotaan dengan budaya akulturasi antara budaya tradisional dengan budaya modern. Pada masyarakat pedesaan, sistem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan pemimpin pendapat. Pemimpin pendapat menjalankan fungsinya sebagai penerjemah pesan, intrprtator karena kelebihannya dibanding masyarakat kebanyakan.Masyarakat perkotaan, sistem komunikasi dipengaruhi oleh keberadaan media massa.
2. Jika ditinjau dari media yang digunakan, ada sistem media cetak (surat kabar, tabloid, majalah); elektrolit (radio, televisi); media tradisional (wayang,kethoprak, ludruk, lenong, dan sebagainya).
3. Jika ditinjau dari pola komunikasinya, ada sistem komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antarpersona, komunkasi kelompok, komunkasi organisasi, dan komunikasi massa.